Viral Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan Berhijab di Bus Tulungagung-Surabaya

Fera --bukan nama sebenarnya-- tak bisa melupakan pelecehan seksual yang menimpa dirinya delapan hari lalu. Ia menerima perlakuan tak senonoh itu di dalam bus Tulungagung- Surabaya, Selasa (25/2).
Fera hendak ke Surabaya untuk bimbingan skripsi di Surabaya. Perempuan berusia 22 tahun itu merupakan mahasiswi semester akhir sebuah kampus swasta di sana.
Siang itu, Fera mengenakan gamis yang longgar, tertutup, lengkap dengan kerudung panjang.
"Kerudung yang nutupin area dada, bukan yang ditali ke belakang," ujar Fera kepada kumparan, Rabu (4/3).
Laki-laki pelaku pelecehan seksual, kata Fera berusia sekitar 50 tahun. Ia berbadan kurus, tinggi sekitar 165 cm. Rambutnya ikal. Hanya itu yang bisa Fera ingat.
"Aku lupa di daerah mana bapak ini naiknya, tapi yang pasti masih di wilayah Kediri, Jawa Timur," ujar Fera.
Awalnya, Fera pikir bapak itu adalah copet yang akan beraksi karena gerak-geriknya mencurigakan. Tangan bapak-bapak itu sempat berada di atas paha Fera saat dia tertidur. Mendapati hal itu, Fera langsung terbangun dan memangku tasnya yang berisi dompet, laptop dan telepon genggam.
Fera menggeser duduk, ia memegangi ritsleting tasnya. Dia lantas mengusir tangan nakal itu dari atas pahanya. Kemudian, ia melanjutkan tidur yang terganggu karena ulah laki-laki yang tak diketahui identitasnya itu.
Ketika bus melaju di daerah Kertosono, Nganjuk, Fera terbangun, dia merasakan ada yang meraba bagian dadanya.
"Aku kebangun (lagi) gara-gara si bapak ini berani meremas dadaku, aku kaget sumpah."
"Mau teriak rasanya gak bisa keluar suara, cuma bisa nahan nangis, tanganku udah berusaha ngedorong tangan dia tapi dia tetap aja begitu,"
Fera akhirnya dengan mengumpulkan semua keberanian menegur perlakuan laki-laki itu. Namun, Fera mendapat jawaban dari si bapak tua itu.
"Engga apa-apa, laporin aja. Kan sama-sama suka," ujar Fera menirukan ucapan laki-laki itu. Kejadian itu, beberapa menit sebelum bus masuk ke salah satu terminal di Surabaya.
"Ketika sudah sampai terminal di Surabaya, parahnya dia nanya, enggak turun mba?. Enggak merasa bersalah sama sekali," ujar Fera.
Fera pun hingga kini, Rabu (4/3), hanya membagikan cerita pelecehan seksual yang menimpanya kepada kumparan dan Instagram dearcatcallers. Ia tak ingin keluarganya mengetahui kejadian tersebut.
