Viral Polantas Ajak Pacar Jalan-jalan Pakai Mobil Dinas, Ini Cerita Sebenarnya

21 Oktober 2021 11:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Korlantas tindak kontainer lewat Tol Merak-Tomang. Foto: Reki Febrian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Korlantas tindak kontainer lewat Tol Merak-Tomang. Foto: Reki Febrian/kumparan
ADVERTISEMENT
Mobil dinas patroli kepolisian selama ini diketahui tak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi.
ADVERTISEMENT
Namun, belakangan beredar di media sosial diduga oknum polisi dari Korlantas Polri memakai mobil dinas untuk kepentingan pribadi.
Dari informasi yang dibagikan salah satu akun medsos di twitter, oknum polisi tersebut disebut memakai mobil patroli membawa pacarnya jalan-jalan ke kebun binatang hingga Puncak, Bogor. Publik pun ramai-ramai menyoroti cuitan akun tersebut.
Terkait hal itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami segera tindak lanjuti,” kata Istiono kepada kumparan, Kamis (21/10).
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono. Foto: Dok. Istimewa
Istiono lalu mengarahkan kumparan menghubungi Kepala Induk Tol Jagorawi Kompol Kamila.
Menurut Kompol Kamila, informasi yang beredar di media sosial tersebut tak benar. Oknum polisi tersebut sedang putus dengan pacarnya. Namun, sang pacar tak terima diputuskan lalu menyebar informasi yang menyudutkan oknum polisi tersebut.
ADVERTISEMENT
“Sebenarnya itu masalahnya dia sama mantan pacarnya ribut. Jadi mantannya tak terima diputusin jadi bikin ulah seperti itu,” ujar Kamila.
“Jadi sebenarnya tak begitu, dia memang bawa mobil itu dalam keadaan dinas dari Pusdiklantas ke Jagorawi,” sambungnya.
Kamila menyebut, mantan pacar dari oknum polisi tersebut diduga mengarang cerita agar dapat memojokkan oknum polisi tersebut.
“Entah itu foto atau video di-share itu, tapi dia tak bawa pacarnya bersama rekannya. Mungkin sama pacarnya ini diplesetin seolah-olah ada di mobil itu, padahal tak ada,” tandasnya.
===
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews