Viral Prasasti Taman Corat Coret Kota Bogor kena Coret, Pelaku Minta Maaf

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemuda di Bogor hapus coretan di prasasti Taman Corat Coret Kota Bogor. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pemuda di Bogor hapus coretan di prasasti Taman Corat Coret Kota Bogor. Foto: Dok. Istimewa

Taman Corat-Coret Kota Bogor sejatinya menjadi wadah bagi para seniman jalanan street art untuk menuangkan kreativitas. Di Taman Corat Coret, seniman atau warga bebas corat-coret kecuali di prasasti yang terdapat tanda tangan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Nah, seorang seniman asal Bogor mencorat-coret prasasti di Taman Corat Coret itu. Seniman itu adalah Ahmad Said. Belum diketahui secara pasti gambar yang dibuat Ahmad Said di prasasti Taman Corat-Coret itu. Namun informasi yang dihimpun Ahmad mencoret prasasti itu dengan cat warna biru.

Unggahan aksi corat coret prasasti itu viral setelah diunggah akun @bokiras. Aksinya itu ditag oleh warganet ke akun Pemkot Bogor. Hingga pemuda yang membuat mural di atas batu prasasti itu dipanggil oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.

instagram embed

“Nama Ahmad Said, saya meminta maaf karena melakukan vandalisme prasasti Bima Arya dikarenakan spontanitas dan ego saya sementara pemerintah tidak pernah melarang untuk berekspresi di tembok-tembok lain kecuali di Prasasti Bima Arya ini, saya tidak akan mengulanginya lagi, saya mohon maaf kepada semua warga dan Bapak Bima Arya,” katanya.

Setelah video permohonan maaf itu, tampak foto Ahmad menghapus prasasti yang diwarnainya dengan cat warna biru.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustian Syach mengatakan terungkapnya coretan di prasasti Taman Corat Coret itu berawal dari laporan warganet.

Menurut Agustian, Ahmad awalnya unggah aksi vandalismenya di akun Instagram pribadinya. Unggahan itu kemudian ditag oleh warganet ke akun Instagram Pemkot Bogor.

Pemuda di Bogor hapus coretan di prasasti Taman Corat Coret Kota Bogor. Foto: Dok. Istimewa

"Setelah itu admin lapor dan langsung kami tindak lanjuti, kita DM (Direct Message) anak tersebut via Instagram. Kami tawarkan apakah mau dijemput atau datang baik-baik ke kantor Satpol PP," ujar Agustian.

"Akhirnya datang baik-baik, dia meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Dan bersedia menghapus lagi coretan-coretan itu.Penyelesaiannya kita restorative (restorative justice)," lanjut Agustian.

Agustian mengatakan Pemkot Bogor menyediakan wadah bagi komunitas street art taman untuk corat-coret di Taman Corat Coret. Seniman atau pun warga bebas mencorat-coret mural atau grafiti di taman yang terletak di Jalan Pandu Ray, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.