Viral Rombongan Moge Cekcok dengan Pengendara Mobil di Ciputat, Tangsel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengendara Moge di Jakarta. Foto: Bay Ismoyo/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengendara Moge di Jakarta. Foto: Bay Ismoyo/AFP

Beredar video yang memperlihatkan cekcok antara pengendara mobil dan rombongan motor gede (moge) di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (13/9/2026).

Dalam video tersebut, tampak seorang perempuan menangis dan histeris sambil menunjuk-nunjuk pengendara moge. Sementara itu, seorang pria yang berada di dalam mobil tersebut juga terlibat cekcok dengan pengendara moge.

Bendahara Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Bogor, Saza, membantah tudingan bahwa rombongan mereka bertindak arogan dalam insiden tersebut.

Saza menjelaskan, saat kejadian, sebanyak 26 motor dalam rombongan MBCI Bogor tengah melaju menuju Senayan, Jakarta, untuk menghadiri acara morning coffee.

Sebelum berangkat, rombongan tersebut telah dibagi menjadi dua kelompok untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

"Perjalanan lancar, kami tidak kebut-kebutan karena kondisi jalan padat. Tidak memungkinkan kami untuk kebut-kebutan, kami jalan sesuai jalurnya," ujar Saza saat dihubungi, Rabu (16/9).

Menurut Saza, perselisihan bermula ketika sebuah mobil tiba-tiba menghentikan laju rombongan mereka.

Pengemudi mobil tersebut, kata dia, menuding salah satu anggota MBCI Bogor sengaja memainkan gas atau menggeber knalpot untuk mengintimidasi pengguna jalan lain.

Saza menjelaskan, suara keras yang terdengar berasal dari karakter mesin motor berkapasitas besar, khususnya Harley-Davidson, dan dapat muncul saat pengendara melakukan perpindahan gigi.

"Tapi kami dituduhkan ngegeber. Lalu kami semua berhenti, dan dua orang di dalam mobil ini marah-marah dan berteriak kepada kami," kata Saza.

Saza mengatakan pihaknya sempat meminta maaf untuk meredakan situasi. Namun, menurut dia, dua orang di dalam mobil tersebut tetap melontarkan kemarahan sehingga terjadi perdebatan.

Ia juga membantah kabar yang menyebut anggota MBCI Bogor melontarkan makian dalam insiden tersebut.

"Kejadian itu sebentar, tidak sampai 10 menit, lalu kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Jadi pemberitaan yang menyebut kami memaki itu salah besar," tegasnya.

MBCI Bogor menegaskan tidak memiliki niat untuk memicu keributan dengan pengguna jalan lain. Mereka berharap masyarakat melihat insiden tersebut secara utuh dan proporsional.