Viral Sapi Diajak Mendaki Gunung Rinjani, BTNGR: Video Lama, Rombongan Ritual

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seekor sapi diajak mendaki ke Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Seekor sapi diajak mendaki ke Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Foto: Dok. Istimewa

Video yang memperlihatkan rombongan warga membawa seekor sapi mendaki Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan peristiwa tersebut merupakan kejadian pada 2025.

Dalam video yang dibagikan akun Facebook Explore Pendaki, terlihat sapi dibawa melalui jalur Torean. Dalam keterangan video disebutkan hewan tersebut disiapkan sebagai bahan makanan bagi 10 tamu dan 14 porter.

Namun, medan jalur yang berbatu, curam, dan cukup terjal membuat perjalanan sapi terhenti di kawasan Cikararat atau Goa Susu. Rombongan kemudian menyembelih sapi di lokasi tersebut sebelum mengolahnya untuk dikonsumsi.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Budhy Kurniawan, membenarkan video yang beredar itu. Namun, ia menegaskan itu bukan rombongan pendaki. Peristiwanya juga terjadi pada 2025.

"Itu video lama, kejadiannya tahun lalu. Mereka bukan pendaki, tetapi rombongan yang memiliki kepentingan ritual. Banyak juga masyarakat yang masuk kawasan untuk kegiatan ritual, bukan untuk mendaki gunung," kata Budhy saat dikonfirmasi, Selasa (28/7).

Seekor sapi diajak mendaki ke Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Foto: Dok. Istimewa

Budhy menegaskan BTNGR tidak memperbolehkan siapa pun membawa satwa ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani tanpa izin resmi karena bertentangan dengan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan kawasan konservasi.

Menurut dia, aturan tersebut bertujuan menjaga kelestarian ekosistem serta mengatur aktivitas yang berkaitan dengan tumbuhan dan satwa di dalam kawasan taman nasional.

"Sudah ada SOP yang mengatur tumbuhan dan satwa di dalam kawasan taman nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, jalur yang dilalui rombongan membawa sapi merupakan jalur yang selama ini juga digunakan masyarakat untuk kepentingan ritual keagamaan atau adat tertentu. Jalur itu berbeda dengan aktivitas pendakian wisata.