Viral Sepasang Bule Lompat Pagar untuk Masuk Kompleks Candi Prambanan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana kawasan Wisata Candi Prambanan. Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kawasan Wisata Candi Prambanan. Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Sepasang warga negara asing (WNA) terekam kamera saat sedang melompat pagar untuk masuk ke area Candi Prambanan. Video berdurasi 2 menit 20 detik itu mendadak viral setelah diunggah di akun Facebook Suyudi Ahmad di grup Geger Geden Wilayah Klaten.

"Iki lur, londo ra nde det (ini lur, bule tidak punya uang). Tidak patut untuk dicontoh. Sc group sebelah," tulis keterangan dari akun tersebut.

Dalam video tersebut, sepasang WNA ini tampak memanjat pagar Taman Wisata Candi Prambanan sisi barat. Warga terus merekam aksi keduanya hingga mereka sukses melompat pagar berwarna putih itu.

General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC), Jamaludin Mawardi, saat dihubungi wartawan mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi Minggu (2/1). Dua bule laki-laki dan perempuan itu menerobos tembok di sisi dekat Jalan Giyanti.

"Sebelum gapura, itu kan persis tembok Jalan Giyanti. Jalur antara Klaten sama wilayah bates Sleman itu. Itu kan memang jarang dibuka. Lha nggak tau bulenya kok nduwe (punya) ide arep (mau) nerobos lewat seperti itu," kata Jamal dihubungi, Senin (3/1).

Dia menjelaskan bahwa pagar tersebut berada di pinggir jalan sehingga keduanya tidak sempat terpantau sepenuhnya. Akan tetapi begitu mereka berdua melompat pagar, petugas yang di dalam curiga karena dua orang ini masuk dari sisi barat.

"Terus akhirnya didekati ditanyai dan mereka belum beli tiket, ya akhirnya kita giring mereka ke arah tiket loket untuk membeli tiket dan mereka bersedia. Dia mengakui lompat dari depan," jelasnya.

Soal identitas kedua bule tersebut, Jamal mengaku tidak mengetahui secara rinci termasuk dari negara mana mereka berasal. Namun setelah ketahuan petugas, keduanya bersedia untuk membeli tiket dan diperlakukan seperti wisatawan lainnya.

"Tapi ya cuma masuknya itu aneh-aneh wae," jelasnya.

kumparan post embed

Diakui bahwa kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di Candi Prambanan. Di sisi lain, dirinya mengakui jumlah petugas terbatas dan mereka berkonsentrasi di zona dalam kompleks candi.

"Pengalamannya adalah [lebih] intens soal patroli. Ke titik-titik yang selama ini jarang dijamah oleh wisatawan karena wisatawan ya normalnya datang masuk pintu gerbang parkir, ke sana PeduliLindungi prokes baru masuk main gate beli tiket kan seperti itu," katanya.

Sementara itu, kunjungan ke Candi Prambanan saat ini mulai meningkat meski tidak terlampau signifikan. Per harinya kunjungan mencapai 8 ribu orang saat ramai. Namun, hari biasa hanya 4 ribu sampai 5 ribu pengunjung.

"Tertinggi baru 8 ribuan terjadi tanggal 1 kemarin," jelasnya.

Protokol kesehatan menurutnya tetap dilakukan ketat sesuai dengan anjuran pemerintah. Termasuk juga soal kapasitas pengunjung yang maksimal hanya 75 persen.

"Inmendagri kan 75 persen dari kapasitas normal. Misal 14 ribu per hari kalau 75 persen ya angkanya masih masuklah itu," pungkasnya.

facebook video embed