Viral Turis di Bali Ngaku Lapor Dijambret, tapi Ditolak Polisi yang Asyik Ngebir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tempat wisata di Bali. Foto: Guitar photographer/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tempat wisata di Bali. Foto: Guitar photographer/Shutterstock

Seorang wisatawan perempuan curhat di media sosial soal polisi yang menolak laporan kasus jambret yang dialaminya di Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Curhatan tersebut viral di media sosial.

Dalam video itu, wisatawan domestik itu bercerita bahwa polisi yang menolak laporannya sedang asyik minum bir di kantor kepolisian. Petugas meminta korban melapor ke kantor polisi sektor wilayah lain atau polsek lain.

Korban tak menyebutkan kapan kejadian penjambretan dan kantor kepolisian yang dimaksud.

"Dan pas gue sampai sana polisinya lagi enak-enak ngebir tuh malam-malamnya, yah, habis itu gue mau buat laporan, eh, ternyata mereka bilang enggak bisa di sini. Kalau kejadiannya harus buat di Polsek lain," kata turis dengan akun Tiktok @lowkeyisve seperti dilihat Selasa (11/7).

Korban bercerita peristiwa ini terjadi malam hari. Saat itu dia bersama temannya sedang berjalan di trotoar yang dipadati turis lainnya.

Korban berjalan dengan melilitkan tali tas jenis pouch di pergelangan tangannya. Isi tas berupa iPhone, airpods dan dompet kartu berisi ATM dan SIM.

Beberapa waktu kemudian, pengendara motor PCX berboncengan, tiba-tiba menarik tas dari tangan korban. Salah satu pelaku menggunakan helm merah.

Korban kaget bukan kepalang karena menilai Bali adalah destinasi wisata yang aman dari tindak kriminalitas. "Akhirnya gue cuma bisa diam, syok dan enggak bisa ngomong apa-apa," katanya.

Korban memutuskan melapor ke kantor polisi setelah mendapat saran dari warga setempat. Korban ternyata dioper petugas dari satu polsek ke polsek lain saat hendak membuat pengaduan.

"Yaudah gue pergi ke polsek lain. Eh terus orang sana bilang enggak bisa ini harus ke Polsek Kuta. Aku kayak sudah buat apa sih lapor polisi, gue balik ke rumah, gue ambil ipad gue buka find my Iphone," katanya.

Dari hasil pelacakan, korban menemukan posisi ponsel berubah-ubah. Dari Jalan Raya Legian menuju Jalan Raya Kerobokan selanjutnya menuju Jalan Raya Batu Beliq.

Korban mengaku mendapatkan pesan dari seseorang melalui akun Instagram terkait penemuan dompet kartu miliknya. Korban menemui seseorang itu mengambil dompet tersebut di Batu Beliq.

Korban kemudian kembali melacak ponselnya. Ponsel tersebut berada di Kabupaten Karangasem.

Dalam kasus ini, korban mengimbau para turis hati-hati saat wisata di Pulau Dewata.

"Dan gue kayak sudah terlalu capek gitu, malas banget ke Karangasem kayaknya bakal dibawa ke Jawa atau apa. Jadi kalian benar-benar hati-hati banget," katanya.

Tanggapan polisi

Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto menyatakan sedang menyelidiki perkara ini. Satake turut minta maaf atas peristiwa ini.

"Kita akan mengecek dan melakukan pengecekan di mana tempat mereka melapor sehingga tidak diterima dan alasannya apa. Apalagi penyampaiannya kan ada polisi minum, itu kan tidak pantas dan seharusnya dilayani," katanya.

Satake juga berharap korban melaporkan langsung ke Polda Bali untuk memudahkan penyelidikan penolakan laporan ini.

"Kita menyarankan kalau memang dia masih di Bali berharap melapor ke Polsek sehingga kita bisa cari pelaku, boleh juga (langsung ke Polda Bali)," katanya.

embed from external kumparan