kumparan
News27 Maret 2020 12:59

Viral Video Dokter di Saudi Menangis Tak Bisa Peluk Anaknya karena Wabah Corona

Konten Redaksi kumparan
virus corona
Seorang dokter mengenakan pakaian pelindung merawat warga yang terkena virus corona. Foto: Chinatopix via AP
Video seorang dokter di Arab Saudi yang menolak untuk memeluk anaknya usai pulang bekerja viral di media sosial. Dalam video berdurasi 5 detik tersebut, terlihat sang anak begitu antusias menyambut kedatangan ayahnya dan ingin memberikan pelukan, namun sang ayah menolak karena takut menularkan virus corona.
Dokter di Saudi Menangis Tak Bisa Peluk Anaknya
Dokter di Saudi Menangis Tak Bisa Peluk Anaknya karena Wabah Corona. Foto: Dok. Istimewa
Momen menyentuh itu dibagikan oleh Michael Doran, seorang analis Amerika tentang politik internasional di Timur Tengah di twitternya @Doranimated.
ADVERTISEMENT
Dilansir Gulf News Saudi, dokter dalam video viral itu adalah Nasser Ali Shahrani, yang bertugas di Rumah Sakit King Salman di Riyadh. Dokter Nasser mengatakan tindakannya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit yang sangat menular.
"Tujuan dari klip itu adalah untuk membuat warga sadar akan bahaya virus corona, dan untuk mematuhi peraturan dan instruksi dari Kementerian Kesehatan," kata dokter Nasser Ali Al Shahrani, kepada surat kabar Saudi Okaz.
Dokter Nasser juga mengungkapkan bahwa dia biasanya memanggil istrinya terlebih dahulu sebelum dia pulang, dan meminta sang istri agar tidak menyambutnya saat ia pulang ke rumah, sampai ia mengganti pakaian medisnya, mensterilkan tangannya dan mandi.
"Semua kolega harus menghindari mendekati anak-anak dan keluarga mereka sampai mereka mencuci tangan.” katanya.
ADVERTISEMENT
Dokter Nasser Ali juga menambahkan bahwa semua dokter dan praktisi di rumah sakit melepaskan sarung tangan pelindung dan masker sebelum meninggalkan rumah sakit.
****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan