Viral Video Rombongan Bule Nyalakan Flare di Kawah Ijen

2 Maret 2023 11:46
·
waktu baca 3 menit
Rombongan 'bule' menyalakan flare saat berwisata di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rombongan 'bule' menyalakan flare saat berwisata di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Dok. Istimewa
Video rombongan bule menyalakan flare atau bom asap saat berwisata di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen viral di media sosial.
Aksi wisatawan mancanegara di Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, itu dikecam netizen.
Video berdurasi 22 detik tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @ijenbleufiretour, pada 27 Februari 2023. Sejak diunggah, postingan tersebut mendapat 5.751 like dan 307 komentar.
"Naik gunung mau menghirup udara seger, malah dibuat begini. Gimana pendapat kalian pren," tulis akun tersebut.
Dalam video tersebut, tampak 7 orang WNA memakai masker respirator tengah berpose dengan latar belakang danau Kawah Ijen. Masing-masing dari mereka menyalakan flare dengan berbagai macam warna.
Rombongan 'bule' menyalakan flare saat berwisata di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rombongan 'bule' menyalakan flare saat berwisata di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Dok. Istimewa
Aksi tersebut mendapat kecaman dari netizen. "Yang videoin pasti guidenya sih ini, belajar dari kejadian di Gede kemarin, kita ke alam ingin melihat view yang cerah, bukan malah dikotorin dengan asap ginian," tulis akun @albizio19.
Postingan tersebut juga mendapat tanggapan dari akun BBKSDA Jatim. "Ini kejadiannya kapan ya? Ada yang bisa kasih informasi ke mimin kah sobat?" tulis akun @bbksda_jatim_official.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah V Banyuwangi Purwantono membenarkan bahwa aksi itu dilakukan di puncak Gunung Ijen.
Dalam salah satu video yang beredar, rekaman dilengkapi dengan informasi tanggal pengambilan gambar, yakni 26 Februari 2023 pukul 07.22 WIB.
Namun berdasarkan penelusuran Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi, aksi itu diduga dilakukan pada Januari 2023.
"Memang kami tidak tahu persis tanggalnya berapa. Tapi ada yang memberi informasi ke kami bahwa itu terjadi pada Januari," kata Purwantono, saat dikonfirmasi, Kamis (2/3/2023).
Pihaknya juga kesulitan untuk mengidentifikasi rombongan wisatawan asing yang melakukan aksi tersebut.
"Karena wisatawan asing. Makanya agak sulit teridentifikasi. Dan kejadian sudah lama. Jangan-jangan mereka sudah kembali ke negara asal," kata Purwantono.
Purwantono menduga, aksi itu dilakukan ketika kondisi pendakian ke puncak Gunung Ijen relatif sepi. Itu sebabnya tak ada laporan atau keluhan dari pendaki lain.
Rombongan 'bule' menyalakan flare saat berwisata di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rombongan 'bule' menyalakan flare saat berwisata di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Dok. Istimewa
Pihaknya juga baru mengetahui adanya wisatawan menyalakan flare di puncak gunung setelah videonya viral.

Menurut Purwantono, tidak ada larangan tertulis soal menyalakan flare di puncak Gunung IJen. Tapi aksi seperti itu berpotensi mengganggu aktivitas, termasuk aktivitas para wisatawan lain.

"Itu, kan, aksi yang tidak umum dilakukan. Dari dulu kami tidak pernah mendapati kejadian seperti itu. Seperti kembang api kami larang. Seperti saat tahun baru kemarin," tambahnya.
Kini, pihaknya tengah menggencarkan kembali imbauan kepada wisatawan agar tak melakukan hal-hal serupa saat berwisata ke Gunung Ijen. Imbauan itu salah satunya disampaikan melalui pengeras suara sebelum para wisatawan berangkat menuju puncak.

Insiden di Gunung Gede Pangrango

Penyalaan flare oleh pendaki sebelumnya terjadi di Gunung Gede Pangrango yang terletak di kawasan Cianjur, Sukabumi, dan Bogor.
Dalam video berdurasi 26 detik yang viral, tampak pendaki berhelm taktikal itu memegang flare dengan berdiri di atas batu pembatas jalur pendakian.