Viral Video Sekelompok Emak-emak di Medan Hancurkan Lokasi Perjudian

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi judi domino. Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi judi domino. Foto: Shutter stock

Viral sebuah video yang memperlihatkan sekelompok emak-emak di Medan, Sumut, menghancurkan lokasi perjudian. Dalam video itu, terlihat mereka membanting dan memukul alat judi, seperti dindong, menggunakan kayu. Setidaknya ada lima lokasi judi yang dihancurkan.

“Tarik-tarik,” ujar salah seorang emak-emak di dalam video tersebut.

Aksi tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Tampak, warga di dalam video itu memberikan suara sorakan usai emak-emak itu menghancurkan lokasi perjudian.

facebook embed

Saat digerebek oleh emak-emak, tak ada perlawanan dari pemilik tempat itu. Usai dihancurkan, lokasi langsung ditutup.

Berdasarkan penelusuran kumparan, aksi emak-emak itu terjadi di Jalan Rumah Potong Hewan yang terletak di Pasar I Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Minggu (3/1).

Kepala lingkungan 11, Budiono, membenarkan kejadian itu.

“Kejadiannya di Lingkungan 11 sama Lingkungan 10. Mereka resahlah, makanya digepruklah lokasi judi, ikan dan dingdong itu,” ujar Budiono kepada wartawan, Senin (4/1).

Salah seorang ibu rumah tangga berinisial N yang berada di lokasi mengatakan tempat itu sudah beroperasi cukup lama, sekitar setengah tahun. Atas keberadaan lokasi itu, N mengaku sangat resah karena suaminya ikut terpengaruh untuk bermain judi.

"Gara gara judi ini, jadi sering berantem kami. Dia (suami) jarang ngasih uang belanja, perkara ini rusak rumah tangga dibuatnya," ungkap N.

Selain itu, kata dia, semenjak ada judi di sana, sering terjadi pencurian di lingkungannya.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari, membenarkan peristiwa itu. Kata dia di tempat itu sudah sering dirazia dan ditutup. Namun para pelaku tetap membandel.

"Kita sering lakukan razia lokasi dan kita perintah untuk tutup dan kita amankan mesin-mesin jackpot dan tembak ikan. Namun tetap mereka beroperasi. Dan pada waktu kejadian kemarin Bhabinkamtibmas ada di TKP. Jadi kami sudah berulang-ulang menghentikan kegiatan tersebut," ujar Edy Safari

embed from external kumparan
embed from external kumparan