News
·
24 Maret 2021 14:09

Viral Video Seorang Ibu Diusir Satpam karena Piknik di Depan Hotel Pantai Sanur

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Viral Video Seorang Ibu Diusir Satpam karena Piknik di Depan Hotel Pantai Sanur (290680)
Pantai Sanur, Bali. Foto: Anggi Kusumadewi/kumparan
Video curhatan seorang ibu yang mengaku diusir satpam saat sedang duduk di area Pantai Sanur, Kota Denpasar, Bali, viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
Dalam video tersebut dia mempertanyakan alasan satpam hotel mengusirnya. Menurutnya, pantai adalah ruang publik, bukan ruang privat.
"Katanya aku enggak boleh duduk di situ. Itu milik pribadi, milik hotel,” kata dia dalam video tersebut.
Saat dihubungi kumparan via WhatsApp, ibu yang mengaku diusir tersebut bernama Mirah Sughandi. Dia mengatakan, saat itu dia dan anaknya sedang duduk di pantai yang lokasinya berada di depan kawasan sebuah hotel bintang empat, Selasa (23/3) sore kemarin.
Dia duduk di pinggir pantai sambil bermain pasir bersama dengan anaknya. Di belakang dia duduk, dengan jarak yang cukup jauh ada kursi-kursi berserta payung besar milik hotel.
"Aku sama sekali nggak duduk di kursi mahalnya mereka. Nggak ada ribut juga, cuma main pasir aja," katanya.
ADVERTISEMENT
Ia mengaku kesal dengan perbuatan satpam dan pihak hotel. Dia berharap tak ada kejadian serupa.
"Semoga hal ini tak terjadi lagi," katanya melalui pesan Whatsapp, Rabu (24/3).

Respons Kepala Dinas Pariwisata Denpasar

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani mengaku sudah mendapatkan informasi terkait viralnya warga diusir dari kawasan pantai. Dia masih mengecek informasi kebenaran tersebut kepada pihak hotel.
Ia menegaskan, tidak ada satu pun pantai di Denpasar yang menjadi milik pribadi atau privat. Seluruh pantai di Denpasar adalah area publik.
"Seharusnya tidak bisa terjadi seperti itu, mungkin kami akan mendekati hotelnya apa benar terjadi seperti itu. Pantai kan milik umum bukan milik hotel, itu sudah jelas. Jadi tidak boleh seharusnya terjadi seperti itu," kata dia.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, pihak hotel belum merespons panggilan telepon atau pesan singkat yang dikirim kumparan.