Viral Warga Sleman Protes Kandang Ayam: Banyak Lalat dan Bau!

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SEBAGAI ILUSTRASI. Seekor ayam petelur mengeluarkan kepalanya dari dalam kandang di peternakan Desa Pematang Biara, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (7/4/2023). Foto: ANTARA FOTO/Yudi
zoom-in-whitePerbesar
SEBAGAI ILUSTRASI. Seekor ayam petelur mengeluarkan kepalanya dari dalam kandang di peternakan Desa Pematang Biara, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (7/4/2023). Foto: ANTARA FOTO/Yudi

Warga di 4 padukuhan di Pandowoharjo, Sleman, memprotes keberadaan kandang ayam di wilayahnya. Protes diwarnai dengan pemasangan spanduk oleh warga. Persoalan ini menjadi viral di media sosial.

Dalam akun Instagram @halosleman tampak sejumlah spanduk yang terbentang. Isinya protes warga mulai dari bau hingga kemunculan lalat di kadang yang berada di Pedukuhan Karangtanjung itu.

"Lokasi di Pedukuhan Karangtanjung. Letaknya sangat dekat dengan Pedukuhan Brayut, Karangasem, dan Toino. 4 pedukuhan tersebut terdampak," kata Galih salah seorang warga saat dikonfirmasi, Selasa (4/7).

Menurutnya ada 8 kadang di lokasi itu dan telah berdiri lebih dari 20 tahun. Kadang itu telah menyebabkan polusi udara karena bau yang ditimbulkan. Sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar.

"Menjadikan kandang-kandang menjadi sumber penyakit, lalat, dan polusi udara sampai radius 300 meter," katanya.

Warga telah melaporkan kondisi ini ke OPD, hingga kalurahan. Warga juga telah menyampaikan keresahannya kepada pemilik kandang tetapi tidak ada respons. Sampai akhirnya mediasi bisa terlaksana 7 Juni lalu.

Jogoboyo Kalurahan Pandowoharjo, Margono, menjelaskan pihaknya telah melakukan mediasi. Diakui, kandang itu sudah ada sebelum dirinya menjabat sebagai Jogoboyo 2009 silam.

"Sudah kita mediasi antara peternak dengan warga dan sudah ada kesepakatan berita acara, tapi sampai sekarang berita acara belum ditandatangani baru kita sodorkan kepada para pihak," kata Margono.

Pihaknya akan kembali mempertemukan kedua belah pihak untuk mediasi lanjutan. Sementara spanduk yang viral itu diketahui dipasang sekitar 2 minggu lalu dan saat ini telah dicopot.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, mengatakan telah melakukan pemantauan pada 3 Juli lalu. Diakuinya kondisi kandang basah dan banyak lalat. Bau kotoran ayam pun cukup menyengat.

"Biasanya 4 ribu ayam tapi pas kami ke sana tinggal 2 ribu," kata Epiphana.

Usai pemantauan ada kesepakatan dengan pemilik kandang untuk membersihkan kandangnya setiap hari dan melaksanakan penyemprotan. Kemudian dilakukan pengurukan di dasar kadang agar tak basah.

"Pemilik kandang sanggup menutup (operasional) kandang kurang lebih 30 hari dari tanggal 3 Juli itu," katanya.

Dinas juga akan melakukan pemantauan lanjutan setelah 30 hari waktu yang ditentukan untuk memastikan sudah adanya pembenahan di kandang.

instagram embed