Virus Corona Menyebar di Korsel, Pemimpin Gereja Shincheonji Minta Maaf

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemimpin Gereja Shincheonji Lee Man-hee. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin Gereja Shincheonji Lee Man-hee. Foto: AFP

Pemimpin Gereja Yesus Shincheonji, Lee Man-hee, meminta maaf atas menyebarnya virus corona di Korea Selatan.

Seorang jemaat Gereja Yesus Shincheonji menjadi cikal bakal penyebaran wabah berbahaya itu di seluruh Korsel. Kini, jumlah penderita virus corona di Korsel mencapai 4.212 orang.

"Aku ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat," kata Lee dengan suara lirih, seperti dikutip dari AFP, Senin (2/3).

Pemimpin Gereja Shincheonji Lee Man-hee. Foto: AFP

"Meskipun situasi tidak sengaja, sudah banyak yang terinfeksi. Saya meminta maaf kepada masyarakat," sebut Lee sembari berlutut.

Saat ini, Lee memastikan pihak gereja berkomunikasi aktif dengan aparat berwenang demi mengatasi persoalan virus corona.

"Di gereja, pemimpin seperti orang tua dan jemaat seperti anak kami. Apakah orang tua hanya berdiam diri jika anaknya terkena penyakit mematikan," jelas dia.

Seorang jemaat Shincheonji pada Februari lalu positif terjangkit virus corona. Ia sempat menolak untuk diperiksa dan menghadiri empat kali kebaktian di Shincheonji, sebelum akhirnya dinyatakan positif corona.

Petugas kesehatan Korea Selatan menyemprotkan cairan desinfektan di Gereja Shincheonji Yesus di Daegu, Korea Selatan, Kamis (20/2). Foto: AFP/YONHAP

Gereja Yesus Shincheonji adalah salah satu gereja terbesar di Negeri Gingseng. Gereja tersebut memiliki 144 ribu jemaat.

Namun, gereja itu juga diselimuti kontroversi. Oleh jemaat, Lee dijuluki 'Pendeta yang Dijanjikan'.

Lee mengaku memiliki mantel Yesus Kristus. Ia juga mengklaim akan membawa jemaatnya ke surga di akhir zaman.

Petugas kesehatan Korea Selatan menyemprotkan cairan desinfektan di Gereja Shincheonji Yesus di Daegu, Korea Selatan, Kamis (20/2). Foto: AFP/YONHAP

Atas berbagai kontroversinya tersebut, sejumlah pihak menuduh Gereja Shincheonji aliran sesat.

Saat ini otoritas kesehatan Korsel berencana memeriksa 266 ribu anggota jemaat Shincheonji, demi memastikan apakah mereka bebas corona atau tidak.

kumparan post embed