Virus Corona Picu Pembatalan Pameran-pameran Kelas Dunia di China

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menggunakan masker mengantisipasi terkena virus corona di Hong Kong.  Foto: AFP/DALE DE LA REY
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan masker mengantisipasi terkena virus corona di Hong Kong. Foto: AFP/DALE DE LA REY

Wabah virus corona menyebabkan berbagai pameran kelas dunia di China dibatalkan. Padahal acara-acara ini telah direncanakan sejak lama dan memberi keuntungan hingga miliaran dolar bagi para pelaku industri.

Diberitakan Reuters, Jumat (7/2), ada puluhan pameran besar dan kecil yang dibatalkan di China. Salah satunya adalah Canton Fair, pameran impor dan ekspor tertua dan terbesar China.

Panitia Canton Fair menangguhkan pelaksanaan pameran yang sedianya akan diselenggarakan pada 15 April ini. Tahun lalu, di pameran ini berhasil dibukukan kesepakatan bisnis hingga USD 29,7 miliar atau lebih dari Rp 400 triliun. Belum diumumkan kapan Canton Fair akan diadakan lagi.

Seorang penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China menunggu untuk boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Pameran lain yang ditunda hingga waktu yang belum ditentukan adalah East China Import and Export Commodity Fair. Tahun lalu, pameran yang dijadwalkan pada 1-4 Maret 2020 ini menghasilkan kesepakatan bisnis hingga USD 2,3 miliar, atau Rp 31 triliun, terbanyak untuk industri garmen dan peralatan rumah tangga.

Di antara pameran yang ditunda di China lainnya adalah SEMICON, konferensi dagang tahunan untuk industri chip, dan International Building and Construction Trade Fair di kota Shanghai. Ajang tahunan China Development Forum yang sebelumnya menghadirkan nama-nama besar, salah satunya CEO Apple Tim Cook, juga ditunda.

Pemerintah pusat China telah meminta pemerintah daerah dan asosiasi pengusaha untuk menunda pelaksanaan acara dan konferensi tersebut. Pasalnya kedua ajang itu jadi tempat potensial penyebaran virus corona. Seperti di Singapura, contohnya, beberapa penderita virus corona berasal dari acara konferensi yang sama.

Seorang siswa berjalan di area asrama yang digunakan sebagai zona karantina di Universitas Teknologi Nanyang di Singapura. Foto: REUTERS / Feline Lim

Tidak hanya di China, kekhawatiran penularan juga muncul di ajang internasional. Contohnya LG Electronics asal Korea Selatan yang batal hadir pada Mobile World Congress di Barcelona pada 24-27 Februari nanti.

Di Singapura, ajang aviasi Singapore Airshow 2020 tanggal 11-16 Januari, diperkirakan minim peserta. Beberapa negara telah menarik diri ikut serta. Namun angkatan udara China menyatakan tetap akan datang untuk menyajikan atraksi akrobat udara.

Pameran dagang Food & Hotel Asia di Singapura ditunda untuk waktu yang belum ditentukan. Padahal ajang ini pada 2018 telah menarik 80 ribu pengunjung.

Di Singapura, sudah ada 30 orang terjangkit virus corona, termasuk seorang warga Indonesia.

Data saat ini menunjukkan pasien meninggal akibat virus corona di China dan beberapa negara mencapai 636 orang. Sementara jumlah yang terjangkit sudah lebih dari 31 ribu orang.