Visi Integritas Dukung Erick Thohir Bersih-bersih BUMN

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Selasa (11/1). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Selasa (11/1). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan.

Visi Integritas mendukung menteri BUMN Erick Thohir melakukan 'bersih-bersih' di perusahaan pelat merah. Visi Integritas berharap penerapan slogan AKHLAK terus dilakukan oleh mantan pemilik club Inter Milan itu.

Diketahui, AKHLAK merupakan akronim yang merujuk pada nilai Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif. Direktur Utama Visi Integritas, Ade Irawan, berharap AKHLAK ini dapat menjadi identitas BUMN.

"Tujuan utamanya adalah melakukan transformasi human capital dan meningkatkan daya saing BUMN menjadi pemain global," kata Ade dalam keterangannya, Kamis (20/1).

Ade menilai, nilai baru di lingkungan BUMN salah satunya juga tidak bisa dilepaskan dari persoalan kasus korupsi. Dalam catatan KPK saja, sejak 2004 hingga 2019, sedikitnya sudah ada 73 kasus korupsi yang berasal BUMN yang telah ditangani oleh Komisi Antirasuah.

"Sedangkan catatan Kementerian BUMN tahun 2021, setidaknya ada 159 kasus korupsi dengan 53 tersangka yang terjadi di lingkungan perusahaan pelat merah ini," ucap Ade.

Ade menuturkan, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir sejumlah skandal korupsi kakap di BUMN juga berhasil diproses oleh penegak hukum seperti korupsi Asuransi Jiwasraya dan ASABRI yang nilai kerugian negaranya mencapai triliunan rupiah.

Terakhir Erick Thohir, pada awal tahun 2022 ini melaporkan dugaan korupsi pengadaan pesawat di Garuda Indonesia ke Kejaksaan Agung.

"Pelaporan oleh Erick Thohir memang sudah menjadi kewajibannya," kata Ade.

Direktur Utama Visi Integritas, Ade Irawan Ade Irawan. Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan

Ade mengatakan, pada awal menjabat sebagai menteri, Erick Thohir mewajibkan semua BUMN menerapkan ISO 37001 sistem manajemen anti-penyuapan dan penanganan pengaduan korupsi melalui Whistleblowing System (WBS) terintegrasi.

Karena itu, Erick dinilai harus memastikan agar kebijakannya untuk mencegah praktik suap ditaati dan dijalankan BUMN. Pelaporan ini bisa jadi peringatan dan mendorong munculnya efek jera sehingga pimpinan BUMN sungguh-sungguh membangun tata kelola di lembaganya.

"Selain itu, pelaporan tiga kasus ini jangan sampai menjadi langkah akhir. Apalagi Erick pernah menyampaikan ada banyak dugaan korupsi di BUMN. Karena itu, sebaiknya temuannya dilaporkan kepada penegak hukum sebagai bagian dari upaya bersih-bersih BUMN," ucap Ade.

Ade menilai program Bersih-Bersih di BUMN, yakni penindakan dan pencegahan, penting dilanjutkan untuk mencegah semakin besarnya kerugian negara, membuat pelaku jera dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap BUMN.

"Langkah ini sekaligus mendorong seluruh BUMN lebih berintegritas dan kompeten sehingga dapat meningkatkan penerimaan atau keuntungan (laba) bagi negara," pungkas dia.