Vivo Energy Dapat Lampu Hijau untuk Jalankan Program BBM Satu Harga

Pemerintah membuka peluang bagi beberapa penyalur yang ingin turut serta dalam program pemerintah dalam merealisasikan BBM Satu Harga. Selama ini, pemerintah baru menugaskan 2 penyalur yaitu PT Pertamina (Persero) dan PT Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo Tbk.
Plh Kepala BPH Migas Kementerian ESDM, Saryono Hadiwidjojo, mengatakan pemerintah tidak akan melarang siapapun penyalur yang ingin terlibat dalam program BBM satu harga, termasuk Vivo Energy yang baru resmi beroperasi.
"Kalau VIVO juga berkeinginan, dan pertamina juga sedikit mengalami kesulitan, dari pemerintah welcome," kata Saryono usai konferensi pers BBM Satu Harga dan Pendistribusian BBM serta Capaian Kinerja BPH Migas dan Rencana Kerja Hingga Tahun 2019, di Kementerian ESDM, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/11).
Saryono menjelaskan pihaknya hanya bertugas dalam mendukung program BBM Satu Harga bisa terealisasi. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan penyalur BBM satu harga bisa mencapai 54 lokasi.
Menurut dia, jika Vivo berkomitmen ingin menjalankan program BBM Satu Harga, maka sebaiknya Vivo melaporkan terlebih dahulu keseriusannya kepada Kementerian ESDM. Nantinya, Kementerian ESDM akan melakukan pengawasan dan pemantauan lebih lanjut kepada para penyalur BBM Satu harga.
"Kalau sekarang ini kan Pertamina. 2018 akan dibikin skala prioritas. Kalau Vivo mau masuk, bisa lapor ke kementerian kalau dia bisa membantu, tidak hanya Pertamina, AKR," ujarnya.
Nantinya, pemerintah akan mengatur mulai dari tingkat kesulitan, tingkat prioritas, geografi, jumlah masyarakat itu yang dilayani. "Kalau BBM Satu Harga ini kan pompanya itu pasti tidak standar, karena volumenya kecil karena penduduk kecil jangkauannya geografi nya sulit, marginnya pun akan beda," jelasnya.
