News
·
10 Januari 2021 12:03

Vladimir Putin Sampaikan Belasungkawa atas Jatuhnya Sriwijaya Air

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Vladimir Putin Sampaikan Belasungkawa atas Jatuhnya Sriwijaya Air (722090)
searchPerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Sputnik/Aleksey Nikolskyi/Kremlin via REUTERS
Insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ -182 di perairan Kepulauan Seribu turut menyita perhatian dunia. Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan ini.
ADVERTISEMENT
Belasungkawa disampaikan Putin melalui keterangan resmi Kremlin, Sabtu (9/1) waktu setempat, kepada Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia.
"Presiden Rusia menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya penumpang dan awak pesawat yang jatuh di lepas Pantai Jawa," ujar Kremlin.
Vladimir Putin Sampaikan Belasungkawa atas Jatuhnya Sriwijaya Air (722091)
searchPerbesar
Pertemuan Bilateral Jokowi dan Vladimir Putin di Singapura. Foto: Dok. Biro Pers Setpres
Putin juga menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban.
"Pemimpin Rusia itu meminta untuk menyampaikan kata-kata simpati dan dukungan kepada keluarga dan teman para korban," terang Kremlin.
Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB. Kemudian dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.
Vladimir Putin Sampaikan Belasungkawa atas Jatuhnya Sriwijaya Air (722092)
searchPerbesar
Petugas Basarnas memeriksa benda yang diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.
ADVERTISEMENT
Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.
Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Sementara itu, 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.