news-card-video
14 Ramadhan 1446 HJumat, 14 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Vladimir Putin Tak Akan Hentikan Serangan Sampai Ukraina Menyerah

7 Maret 2022 9:59 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi lokasi pembangunan Badan Antariksa Nasional di lokasi Pusat Penelitian dan Produksi Negara Khrunichev, di Moskow, Rusia, Minggu (27/2/2022). Foto: Sputnik/Sergey Guneev/Kremlin melalui REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi lokasi pembangunan Badan Antariksa Nasional di lokasi Pusat Penelitian dan Produksi Negara Khrunichev, di Moskow, Rusia, Minggu (27/2/2022). Foto: Sputnik/Sergey Guneev/Kremlin melalui REUTERS
ADVERTISEMENT
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa ia akan tetap melancarkan serangannya di Ukraina kecuali Kiev menyerah.
ADVERTISEMENT
Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat berkomunikasi lewat sambungan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menyebut, Rusia bisa menghentikan operasi militer hanya bila Ukraina menuruti sejumlah persyaratan, termasuk menyerah.
"Operasi khusus kami hanya mungkin berhenti bila Ukraina menghentikan operasi militer dan melaksanakan berbagai tuntutan," ujar Kremlin saat membacakan hasil komunikasi antara Putin dan Erdogan seperti dikutip dari Reuters.
Pasukan pro-Rusia terlihat di atas tank di pemukiman Buhas (Bugas) yang dikuasai separatis, di wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa (1/3/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
Dalam percakapan yang sama, di sisi lain Putin juga mengatakan dirinya siap untuk berdialog untuk mengakhiri pertempuran. Kremlin pun menegaskan, segala upaya untuk menghalangi dialog damai antara Rusia dan Ukraina akan menemui kegagalan.
Moskow memulai serangan di Ukraina pada 24 Februari 2022. Sejak itu, warga sipil yang kehilangan nyawa mencapai 364 orang, puluhan di antaranya adalah anak-anak.
ADVERTISEMENT
Laporan yang dirilis PBB itu turut mengungkap ratusan warga sipil lainnya menderita luka-luka akibat serangan Rusia.
Moskow berulang kali membantah serangan ditargetkan ke warga sipil. Mereka memastikan, operasi militer khusus ditujukan untuk fasilitas militer milik Ukraina.
Penulis: Airin Sukono.