Wabah Campak di Zimbabwe Tewaskan 157 Anak
·waktu baca 1 menit

Wabah campak di Zimbabwe telah menewaskan 157 anak sejak 10 April 2022. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat hanya dalam waktu kurang dari seminggu dengan 80 kematian sebelumnya dilaporkan pada Minggu (14/8).
Pemerintah pekan lalu menyalahkan sekte gereja apostolik atas lonjakan infeksi, dengan mengatakan campak sebagian besar terjadi di antara mereka yang belum menerima vaksinasi.
Jumlah total kasus suspek secara nasional telah melonjak dari 1.036 menjadi 2.056 dalam empat hari, kata Menteri Informasi Zimbabwe, Monica Mutsvangwa, dalam briefing setelah pertemuan kabinet.
Sebagian besar kasus yang dilaporkan adalah anak-anak berusia antara enam dan 15 bulan dari sekte-sekte keagamaan yang tidak percaya pada vaksinasi.
"Telah dicatat bahwa sebagian besar kasus belum menerima vaksinasi untuk melindungi dari campak. Pemerintah telah meminta Undang-Undang Unit Perlindungan Sipil untuk menangani keadaan darurat ini," kata Mutsvangwa dikutip dari Reuters, Rabu (17/8).
Kementerian kesehatan kini meningkatkan program vaksinasi sebelum sekolah-sekolah kembali dibuka pada September 2022. Selain itu, pemerintah juga telah menjangkau pemuka agama untuk mendapat dukungan.
Wabah campak akan menimbulkan tekanan lebih lanjut pada sektor kesehatan Zimbabwe, yang telah lama menderita kekurangan obat-obatan dan pemogokan oleh petugas kesehatan.
