Wabup Bogor Sebut Penyebab Banjir Bandang Gunung Mas Bukan Penebangan Liar

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan penyebab banjir bandang yang menerjang kawasan permukiman di kompleks Agrowisata Gunung Mas Puncak bukan disebabkan oleh adanya aktivitas penebangan liar.
Dia juga menepis anggapan yang menyebut penyebab banjir bandang itu karena maraknya bangunan vila liar di kawasan setempat. Menurut, Iwan, itu merupakan lahan PTPN VIII steril dari tindakan penebangan pohon dan bangunan liar.
"Di sini kan hutan lindung tidak ada bangunan di atas, Tidak ada penebangan, yang ada air terjun yang memang intensitas air yang cukup tinggi," ujar Iwan saat meninjau lokasi banjir bandang, Selasa (19/1).
"Kemudian ada balok atau pohon yang tumbang yang menahan air sehingga akhirnya jadi air bah (bandang). Jadi dilihat di sini steril dari penebangan liar dari bangunan dan lain sebagainya tidak ada. Cuma yang tadi ada curug (air terjun) di sana karena hujan terus-terusan lah ya dan ada pohon tumbang jadi air bah," lanjut Iwan.
Iwan mengatakan permukiman warga yang terdampak banjir bandang di dalam kawasan kompleks Gunung Mas itu menurut dia sudah lama sejak zaman kolonial. Permukiman itu lokasinya memang terletak di sekitar Sungai Cisampay.
"Permukiman ini bukan permukiman biasa, ya, yang saya tahu ini adalah permukiman yang sudah ada dari zaman Belanda untuk karyawan PTPN," ujar dia.
Iwan bahkan menyebut area itu baru kali pertama diterjang banjir bandang.
"Mungkin baru hari ini ada bencana banjir atau longsor di sini. Mungkin nanti kami meminta masukan kalau ini dianggap berbahaya mungkin akan minta ke PTPN untuk merelokasi ke tempat yang lebih aman di wilayah ini," kata dia.
