News
·
9 Oktober 2019 17:28

Wabup Purwakarta Akan Relokasi Warga Terdampak Gelinding Batu Raksasa

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Wabup Purwakarta Akan Relokasi Warga Terdampak Gelinding Batu Raksasa (103806)
Wakil Bupati Purwakarta H. Aming (tengah) saat meninjau rumah warga yang rusak akibat runtuhan batu raksasa. Foto: Dok. Istimewa
Bongkahan batu raksasa dari Gunung Miun menggelinding ke permukiman warga di Kampung Cihandeleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Menggelindingnya batu itu disebabkan blasting atau peledakan yang dilakukan PT MSS saat menambang kapur dan andesit.
Total ada 7 rumah warga dan satu madrasah rusak. Kerusakan rumah warga itu cukup parah sehingga membuat penghuninya mengungsi ke rumah saudara mereka yang berdekatan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Wakil Bupati Purwakarta Aming akan merelokasi warga yang ada di Desa Sukamulya. Relokasi itu dilakukan karena Aming melihat warga yang tinggal di Desa Sukamulya itu rentan terkena dampak reruntuhan bongkahan batu.
Wabup Purwakarta Akan Relokasi Warga Terdampak Gelinding Batu Raksasa (103807)
Anggota kepolisian dan TNI bersama warga melihat batu raksasa yang menimpa rumah warga di Purwakarta. Foto: Dok. Polres Purwakarta
Lebih lanjut Aming juga melihat letak geografis Desa Sukamulya berada di lembah pegunungan Miun yang rawan longsor. Lokasi permukiman warga itu hanya sepelemparan batu pertambangan kapur dan andesit PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS).
ADVERTISEMENT
"Harus direlokasi, karena permukiman warga berada di bawah bukit tambang batu. Kalau tidak direlokasi, nanti akan terulang lagi," ujar Aming, saat meninjau lokasi, Rabu (9/10). "Apalagi nanti musim hujan. Takutnya longsor".
Aming belum mengetahui pasti berapa jumlah warga yang ada di Desa Sukamulya. Dia akan mendata jumlah warga baru kemudian direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Saat ditanya ke mana warga akan direlokasi, Aming belum memberikan jawaban yang pasti. "Nanti kita lihat dulu. Urusan relokasi apakah itu tanggung jawab pemkab atau perusahaan (PT MSS). Nanti kita bicarakan dulu," ujar dia.