Wacana Ganjil-Genap di Jalur Mudik akan Diputuskan Bulan Depan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pintu keluar tol Cipali Palimanan. (Foto: Dedhez Anggara/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Pintu keluar tol Cipali Palimanan. (Foto: Dedhez Anggara/Antara)

Untuk mencegah kemacetan lalu lintas saat libur Lebaran, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana menerapkan pola sistem ganjil-genap kendaraan di sejumlah jalur mudik.

Menurut Budi Karya, wacana penerapan ganjil-genap masih akan dibahas lebih lanjut bersama sejumlah pihak yang kompeten dan beberapa perwakilan masyarakat.

"Kita akan mengundang masyarakat yang lain termasuk ahli, katakanlah dari MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia), dari KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), dari universitas, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), kita undang," ujarnya saat meninjau kesiapan angkutan Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jumat (14/4).

"Nanti kita diskusikan apa komplikasinya dalam kehidupan masyarakat," imbuh Budi.

Baca juga : Rencana Kemenhub Berlakukan Sistem Ganjil-Genap di Jalur Mudik

Jika aturan ini resmi diberlakukan, kata dia, maka sosialisasinya kepada masyarakat harus digaungkan secara maksimal. Budi mengatakan kepastian mengenai penetapan jalur tersebut akan diputuskan bulan Mei mendatang.

"Susah kalau sosialisasinya tidak maksimal, tiba-tiba mereka menemukan (jalur ganjil-genap dalam perjalanannya) dan tidak boleh jalan bagaimana rasanya? Saya kira satu bulan ini kita akan diskusi. Nanti bulan Mei kita kabari akan diberlakukan atau tidak," kata Budi.

Baca juga : Menhub Tinjau Persiapan Angkutan Lebaran di Stasiun Pasar Senen

Selain upaya mencegah kemacetan di jalur mudik, Budi juga mengimbau pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk dapat meningkatkan pelayanannya kepada penumpang saat mudik lebaran.

Menhub tinjau Stasiun Gambir. (Foto: Anggi Dwiky Dermawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menhub tinjau Stasiun Gambir. (Foto: Anggi Dwiky Dermawan/kumparan)

Pengecekan secara berkala, kata Budi Karya, juga penting dilakukan guna menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi penumpang.

"Saat Lebaran itu harus ada tambahan service dan ada suatu kepastian, jangan ada masalah. Saya berpesan kita melakukan ramp check, terhadap jalan (rel), dan kereta api supaya arus mudik saat lebaran ketika peak season itu tidak terjadi apa-apa," kata Budi.

Berdasarkan informasi dari PT KAI, puncak arus mudik tahun ini akan terjadi di H-3 Lebaran yaitu hari Kamis tanggal 22 Juni. Puncak volume masa angkutan diperkirakan mencapai 17.584 orang penumpang di Stasiun Gambir dan 33.210 penumpang di Stasiun Senen.

Pada arus mudik Lebaran tahun ini, KAI akan memberangkatkan 67 kereta api dengan menyediakan sebanyak 50.282 kursi per harinya.

Baca juga : Tiket Kereta Api Tambahan Lebaran Mulai Dijual 16 April