Wagub Bali: Klaster Keluarga Penyebab Meningkatnya Kasus Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace. Foto: Denita br Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace. Foto: Denita br Matondang/kumparan

Kasus positif dan angka kematian akibat virus corona di Bali semakin meningkat. Peningkatan terjadi sejak Pemprov Bali mulai menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) 31 Juli lalu dan munculnya penularan klaster keluarga.

Menurut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, aktivitas warga baik bekerja maupun berwisata cukup tinggi. Selain itu, masih banyak warga yang ditemukan abai menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker.

"Sebenarnya bukan hanya buka domestik tapi sejak kita buka Bali, lebih terbuka untuk kegiatan masyarakat lokal, kita bisa lihat pergerakan masyarakat kita sangat intens sangat tinggi, di objek- objek (wisata) di Kintamani, di Bedugul sangat tinggi sekali, dan mohon maaf, kesadaran mereka untuk makai masker kita lihat juga tidak semua," kata pria yang akrab disapa Cok Ace ini di Denpasar, Senin (7/9).

Warga yang abai menerapkan protokol kesehatan ini didominasi oleh anak muda yang memiliki imun tubuh kuat, positif corona tanpa gejala. Namun, usai beraktivitas di luar rumah, anak muda ini diduga menularkan corona saat tiba di rumah.

Anak muda ini menularkan pada anggota keluarga di rumah terutama lansia dan balita yang imunnya lebih rentan. Pola penularan ini disebut klaster rumah tangga atau keluarga.

"Ini kadang-kadang tanpa disadari menularkan kepada orang tua nenek kakek sehingga sebagaimana kita lihat sekarang transmisi di Bali kebanyakan transmisi di rumah tangga. Ini dampak daripada kita membuka (menerapkan adaptasi kebiasaan baru)," kata Cok Ace.

Menurut Cok Ace, salah satu kunci menekan angka penularan ini adalah warga taat menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak.

"Sebenarnya adalah bagaimana kesadaran masyarakat yang paling penting kuncinya bahwa ini salah satu cara yang kita atasi, pakai masker dan itu yang ditetapkan dalam protokol kesehatan," kata dia.

Hingga saat ini, ada 6.212 orang positif, 5.017 orang sembuh, 105 orang meninggal terpapar corona di Bali.

=====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona