Wagub DKI soal 2 Bus TransJakarta Tabrakan di Cawang: Jadi Sopir TJ Berat
·waktu baca 2 menit

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi soal kecelakaan maut 2 bus TransJakarta di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Dalam insiden yang terjadi pada Senin (25/10) itu dua orang meninggal dunia termasuk sopir bus.
Riza mengatakan pekerjaan sebagai sopir TransJakarta bukan hal yang mudah. Sebab rute dan kondisi perjalanan kerap membuat sopir mudah mengantuk.
“Memang harus dipahami jadi supir bus TJ itu berat. Karena dalam koridor yang lurus,” ujar Riza kepada wartawan, Selasa (26/10).
“Kalau jadi sopir itu lurus [jalannya], kiri kanan ada pembatas, itu sangat membosankan sangat menjenuhkan. Dan itu wajar lebih cepet ngantuk dibandingkan kita di jalan biasa,” jelasnya.
Kecelakaan maut terjadi karena bus yang berada di belakang melaju kencang hingga menabrak bus di depannya yang sedang berhenti. Diduga bus melaju kencang karena sopir mengantuk, namun kepastiannya masih diselidiki polisi.
Untuk mencegah hal ini teruang, Riza telah meminta PT TransJakarta untuk mengevaluasi jam operasional. Perusahaan juga diminta untuk meperhatikan kesehatan fisik para sopirnya.
“Saya sudah minta TJ supaya dievaluasi terkait jam operasional, memastikan vitamin takutnya nanti ngantuk apalagi yang tugasnya pagi jam 3 sudah keluar. Itu harus diperhatikan,” ungkapnya.
Riza lebih fokus terhadap aspek manusia dalam kecelakaan itu. Sebab ia yakin tidak ada masalah dengan bus yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
“Sejauh ini tidak ada masalah kendaraan. Kalau kendaraan kan dievaluasi rutin, diperbaiki semuanya,” tutup Riza.
