Wagub DKI soal Citayam LGBT: Laki-laki dengan Pakaian Kewanitaan Perlu Dibimbing

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta,  Ahmad Riza Patria membuka Rapat Koordinasi Pertama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 secara virtual, Rabu (9/3/2022). Foto: PPID DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria membuka Rapat Koordinasi Pertama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 secara virtual, Rabu (9/3/2022). Foto: PPID DKI Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal LGBT di Citayam Fashion Week yang menjadi sorotan publik. Menurutnya, para kaum remaja laki-laki yang mengekspresikan diri mereka dengan pakaian yang dianggap menyerupai perempuan harus ditertibkan.

"Kejadian di Citayam itu tentu penting menjadi perhatian, anak-anak kita yang usianya saya kira masih belasan tahun, dengan gayanya dan juga dengan pakaiannya, laki-laki dengan pakaian kewanitaan. Saya kira ini perlu kita bimbing, anak kita kita didik, kita perhatikan dan kita arahkan menjadi lebih baik," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (30/7).

Riza menyebut, kehadiran kelompok LGBT di Indonesia tidak diperbolehkan.

"Di Indonesia kita tidak memperkenalkan LGBT, jadi harus dibedakan. Mungkin, maaf, di beberapa negara itu diperbolehkan, tapi bagi kita, Indonesia itu tidak diperkenankan," katanya.

"Jadi kan kebebasan itu ada kebebasan orang lain, jangan sampai kebebasan kita mengganggu kebebasan orang lain," imbuh Riza.

Riza pun menyebut Indonesia tidak memperbolehkan perkawinan sesama jenis. Ia pun meminta para orang tua untuk melakukan upaya mencegah LGBT kepada anak mereka.

Suasana di area 'Citayam Fashion Week', di Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta, Rabu (27/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Kawin sesama jenis begitu, tidak, untuk itu kami minta penting menjadi perhatian. Ibu menteri juga kan, menteri perempuan dan perlindungan anak juga sudah menyampaikan membuat edaran juga, supaya para orang tua lebih memperhatikan anak-anak kita," jelasnya.

"Kita perhatikan ya, jangan sampai terjadi dan jangan sampai kita beri ruang kesempatan untuk tumbuh kembangnya kecenderungan seperti itu, sekalipun kita mengenal adanya kebebasan kemerdekaan tapi kebebasan harus bertanggung jawab," tandasnya.