Wagub DKI soal PSI Tuding Pembangunan Jakarta Mandek: Silakan Keliling Jakarta

25 Maret 2022 3:40 WIB
·
waktu baca 3 menit
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/3) Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/3) Foto: Haya Syahira/kumparan
ADVERTISEMENT
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria merespons perkataan anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PSI, William Aditya Sarana yang mengatakan selama 5 tahun kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur, Jakarta tidak mengalami progres pembangunan yang signifikan.
ADVERTISEMENT
Riza meminta William untuk keliling kota Jakarta dan melihat pembangunan kota secara langsung.
“Kritik dalam bentuk apa pun kami hormati. Masyarakat yang menilai, mengetahui apa saja yang berubah di Jakarta, silakan keliling Jakarta, di kota, perkampungan, semua terdapat perubahan signifikan,” kata Riza kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis malam (24/3).
Riza mengatakan apa yang dikatakan William sangat kontradiktif dengan kenyataan yang ada.
Sebab Riza menuturkan seluruh pembangunan di DKI Jakarta sudah di bahas di DPRD DKI Jakarta. Sehingga seharusnya William sebagai salah satu anggota dewan juga mengetahui hal tersebut.
Sebagai informasi, pembangunan DKI Jakarta sebenarnya sudah direncanakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Daerah Provinsi DKI Jakarta 2017-2022 di mana salah satu rencananya pembangunannya adalah pengadaan program rumah DP Rp 0 dan pembangunan infrastruktur lainnya.
ADVERTISEMENT
“Kan semua program direncanakan bersama dari Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan), bahkan dibahas di DPRD. Ada programnya, ada visi misi ada kajian, ada anggarannya ada juga wujudnya, dan anggaran diperiksa,” lanjut politikus partai Gerindra tersebut.
Suasana pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (9/3). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Riza mengatakan, pembangunan di Jakarta sudah terpampang nyata dan bisa dinikmati oleh seluruh warga. Sebut saja pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) dan Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).
Selain itu, Riza mengatakan Pemprov DKI Jakarta juga mendapatkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 4 kali berturut-turut.
Menurut Riza, hal itu secara tidak langsung menunjukkan bahwa Pemprov DKI bertanggung jawab akan seluruh anggaran pembangunan yang ada.
“Kita punya prestasi dalam hal anggaran, pertanggungjawaban pelaporan, dan juga prestasi lainnya. Produk (pembangunan) kita bisa lihat semua kita bangun mulai dari JIS, ada TIM, ada waduk, situ, embung, pompa, semua program bisa dilihat,” pungkas Riza.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya William memang sempat menyebutkan Jakarta tidak memiliki progres pembangunan yang signifikan dalam diskusi Evaluasi Kinerja Pemprov DKI Jakarta di Akhir Masa Jabatan Anies Baswedan dan Peta Politik Menuju Pilgub 2024 yang dilakukan secara daring, Kamis (24/3).
Ia bahkan menyebut pembangunan yang selama ini hanyalah ‘kosmetik’ untuk memoles pembangunan prioritas lainnya yang tidak dikerjakan oleh Anies.
“Bisa saya simpulkan bahwa Jakarta tidak mengalami progres (pembangunan) yang signifikan. Bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada progres. Yang terjadi kalau saya lihat selama kurang lebih 5 tahun ini adalah kosmetik. Jadi banyak yang sifatnya terlihat indah, terlihat ada pencapaian tapi sesungguhnya itu menutupi progres yang tidak signifikan tadi,” kata William.