Wagub Rano Sebut Pipa Air di Jakarta Rata-Rata Berusia 100 Tahun, Rawan Amblas
·waktu baca 3 menit

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyebutkan pipa air di Jakarta rata-rata berusia 100 tahun. Hal itu diketahui Rano dari salah satu perusahaan daerah milik DKI Jakarta, PAM JAYA.
“Saya pernah agak cukup kaget di saat PAM JAYA, kita waktu itu masih PD PAM, mempresentasikan bahwa mungkin hampir rata-rata pipa air di Jakarta itu usianya 100 tahun,” tutur Rano usai menghadiri IWDF di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5).
Dengan kondisi demikian, menurutnya tak heran bila terjadi jalan ambles seperti halnya di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (28/5). Kata Rano, hal serupa juga menimpa pernah terjadi di sejumlah negara tetangga.
“Anda bisa bayangin usia 100 tahun pasti akan rapuh kan. Jadi jangan aneh kalau Jakarta akan terjadi amblas seperti itu,” ucap Rano.
“Thailand pernah terjadi, Tokyo juga pernah terjadi, Thailand bahkan ekstrem di bawahnya ada MRT,” sambungnya.
Oleh karena itu, Rano menekankan informasi mengenai masalah pipa air perlu disampaikan kepada masyarakat. Sebab, terdapat kemungkinan kejadian jalan amblas bisa terjadi di wilayah lain.
“Jadi sangat mungkin di Jakarta bukan hanya di satu tempat. Karena itu, saya sangat terima kasih kepada teman-teman seperti Ijoel (konten kreator) yang saya sangat-sangat membantu buat Jakarta untuk kita tahu,” tutur Rano.
Ia juga menyinggung permasalahan yang dialami Bina Marga yang bertanggung jawab atas infrastruktur jalan. Politikus PDIP itu mengatakan Bina Marga saat ini kekurangan personel hingga 3 ribu orang.
“Karena seperti teman-teman ketahui PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) kita di Bina Marga itu kekurangannya hampir 3.000 orang, sementara untuk merekrut kita punya keterbatasan misal seperti itu.
Sebelumnya, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Santo menjelaskan penyebab jalan ambles di Lenteng Agung karena adanya kerusakan konstruksi saluran air. Kerusakan itu terjadi karena infrastruktur telah lama dan kondisinya menurun akibat musim hujan.
"Jalan amblas dengan lebar sekitar 3 meter tersebut diduga terjadi akibat kerusakan konstruksi saluran air yang berada di bawah badan jalan. Saluran tersebut merupakan infrastruktur lama yang mengalami penurunan kondisi konstruksi akibat musim hujan," kata Santo dalam keterangannya, Jumat (29/5).
Sebelum ambles, jalan tersebut sempat diperbaiki oleh Bina Marga usai ada laporan jalan ambles dari petugas PPSU pada Rabu (27/5). Namun jalan tersebut retak dan ambles kembali dengan lubang yang besar pada Kamis malam.
Kini, lubang tersebut telah dilapisi pelat baja untuk sementara waktu. Dinas SDA DKI Jakarta akan melakukan perbaikan permanen di lokasi selama 2-3 hari sejak Jumat malam dengan pemasangan pemasangan box culvert sebagai pengganti hong yang keropos.
"Perbaikan permanen saluran akan menggunakan box culvert beton ukuran lebar 2 meter sepanjang 16 meter sebagai pengganti konstruksi lama. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama 2-3 hari,” tutur Santo.
