Wagub Rano Waspadai Sinkhole Seperti di Lenteng Agung Terjadi di Wilayah Lain
·waktu baca 2 menit

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyoroti insiden jalan amblas di Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5) malam. Ia mewaspadai peristiwa yang sama terjadi di wilayah lain.
“Yang saya menjadi catatan mungkin saja terjadi sinkhole itu bukan hanya di daerah-daerah itu. Karena ini rembesan air yang kita wallahu'alam akan terjadi di Jakarta,” ujar Rano usai menghadiri perayaan Hari Waisak di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (29/5).
Rano mengungkapkan ia mengetahui kejadian tersebut pada Kamis malam. Saat itu juga ia langsung berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA).
“Cuma memang begitu dilihat ini memerlukan alat berat karena enggak mungkin dia tidak dikeruk,” katanya.
Ia mengapresiasi penanganan sementara dengan menutup jalan yang amblas dengan pelat baja. Dengan begitu arus lalu lintas dapat kembali lancar.
“Alhamdulillah hari ini tidak sempurna tapi minimal bisa menambah frekuensi perjalanan tidak menjadi semakin kecil karena kita tutup dengan pelat baja itu membantu perjalanan,” tuturnya.
Lebih lanjut Rano mengapresiasi laporan dari warga terkait fasilitas di Jakarta. Ia menilai pengawasan dari masyarakat terhadap fasilitas publik di Jakarta sangat diperlukan.
“Saya senang banyak Ijoel (konten kreator) di Jakarta karena itu saya undang Ijoel juga ke Balai Kota segera kabarin kami. Karena tentu saja kita jelas tahu PJLP kita di bidang Bina Marga juga kurang, artinya inilah partisipasi masyarakat sehingga kita bisa cepat tahu,” jelas Rano.
Penyebab Jalan Amblas
Sebelumnya, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Santo menjelaskan jalan tersebut amblas karena ada kerusakan pada konstruksi saluran air di bawah jalan tersebut.
"Jalan amblas dengan lebar sekitar 3 meter tersebut diduga terjadi akibat kerusakan konstruksi saluran air yang berada di bawah badan jalan. Saluran tersebut merupakan infrastruktur lama yang mengalami penurunan kondisi konstruksi akibat musim hujan," kata Santo dalam keterangannya.
Sebelum amblas, jalan tersebut sempat diperbaiki oleh Bina Marga usai ada laporan jalan ambles dari petugas PPSU pada Rabu (27/5). Namun jalan tersebut retak dan ambles kembali dengan lubang yang besar pada Kamis malam.
Kini, lubang tersebut telah dilapisi pelat baja untuk sementara waktu. Dinas SDA DKI Jakarta akan melakukan perbaikan permanen di lokasi selama 2-3 hari sejak Jumat malam dengan pemasangan pemasangan box culvert sebagai pengganti hong yang keropos.
"Perbaikan permanen saluran akan menggunakan box culvert beton ukuran lebar 2 meter sepanjang 16 meter sebagai pengganti konstruksi lama. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama 2-3 hari,” tutur Santo.
