Wagub Uu Ruzhanul Ulum Akan Disuntik Vaksin Corona di RSHS Kota Bandung

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengikuti konferensi video terkait rencana vaksinasi, bersama organisasi profesi, tokoh agama, hingga masyarakat, dari Kota Tasikmalaya. Foto: Humas Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengikuti konferensi video terkait rencana vaksinasi, bersama organisasi profesi, tokoh agama, hingga masyarakat, dari Kota Tasikmalaya. Foto: Humas Jabar

Pemerintah akan memulai vaksinasi tahap I minggu ini. Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang akan divaksin pada Rabu (13/1) bersama sejumlah menteri, lalu dilanjutkan vaksinasi serentak kepada nakes, kepala daerah dan tokoh publik di 34 provinsi pada Kamis (14/1).

Vaksinasi di Jabar akan dimulai pada 14 Januari di tujuh daerah, yakni Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Orang pertama di lingkungan Pemprov Jabar yang akan pertama kali menerima vaksinasi adalah Wagub Uu Ruzhanul Ulum.

"Dari lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, orang pertama yang divaksin adalah Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Rencananya vaksinasi dilakukan di RSHS Kota Bandung," sebagaimana dikutip dari rilis Humas Pemprov Jabar, Selasa (12/1).

Setelah Uu, yang akan divaksinasi adalah Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri, tokoh agama, politik hingga komunitas dan sasaran utama yakni tenaga kesehatan. Gubernur Jabar Ridwan Kamil hanya mendampingi dan tidak ikut divaksin karena sudah berstatus relawan uji klinis fase III.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau Rumah Sakit darurat COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Hegarmanah, Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/1). Foto: Dok. Pemprov Jawa Barat

Emil mengatakan, vaksinasi massal COVID-19 merupakan berita yang baik membuka tahun 2021. Sebab belajar dari sejarah pandemi yang pernah terjadi di dunia, vaksin merupakan satu dari dua solusi menghentikan pandemi. Solusi lain adalah lewat obat atau terapi.

"Hampir satu tahun kita berjuang mencari solusi dan berita baik di 2021, vaksin sudah hadir," ucap Emil.

"(Kehadiran) vaksin (COVID-19) ini direspons dua cara. Mereka yang rasional, maka vaksin direspons positif. Tetapi mohon maaf masih banyak di antara jemaah, umat, rakyat, yang merespons dengan ketakutan karena tiga hal, (yakni) tidak bertanya kepada ahlinya, terkena provokasi, dan terkena hoaks," pungkasnya.

kumparan post embed