Wajah Baru SDN Pekayon 5-SMPN 91 Jakarta, Suasananya Seperti di Luar Negeri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fasad bangunan baru SDN Pekayon 05 dan SMP Negeri 91 Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fasad bangunan baru SDN Pekayon 05 dan SMP Negeri 91 Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Bangunan enam lantai berdiri di lingkungan SDN Pekayon 05 Pagi dan SMP Negeri 91 Jakarta, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Gedung yang telah direnovasi itu kini dilengkapi lift, perpustakaan, kantin, ruang belajar, hingga fasilitas olahraga yang lebih luas.

Suasananya bikin berasa sedang di luar negeri, padahal lokasinya berada di Jakarta Timur.

Di balik perubahan bangunan tersebut, ada pengalaman baru yang dirasakan para siswa. Bagi mereka, sekolah bukan hanya tempat mengikuti pelajaran, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan harapan tentang masa depan.

Rifa Hidayat, siswa kelas VIII SMPN 91 Jakarta, menjadi salah satu yang merasakan perubahan itu. Ia menilai gedung sekolahnya kini lebih bagus dan membuatnya semakin bersemangat untuk belajar.

“Gedung yang sekarang sangat bagus, jadi saya semakin semangat untuk belajar di sekolah ini. Sehari-harinya seperti itu,” kata Rifa saat ditemui di sekolahnya, Senin (12/10).

Rifa Hidayat, siswa kelas 8D SMP Negeri 91, Senin (12/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Dari sejumlah fasilitas yang tersedia, lift dan kamar mandi menjadi dua hal yang paling menarik perhatiannya. “Terutama sih ya lift, sama kamar mandinya sekarang sudah bagus,” ujar Rifa.

Rifa menilai fasilitas baru yang tersedia sudah cukup. Ia berharap perubahan lingkungan sekolah dapat berjalan beriringan dengan peningkatan prestasi para siswa.

“Harapan saya, karena kan sekolah kita ini sekarang sudah bagus seperti ini ya, saya harap murid-muridnya juga berprestasi dan ini menjadi sekolah unggulan di daerah Jakarta,” tutur Rifa.

Harapan tersebut menjadi salah satu cerita di balik gedung baru yang kini digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Perubahan sekolah tidak hanya terlihat dari tampilan bangunan, tetapi juga dari fasilitas yang sehari-hari dimanfaatkan oleh para siswa.

Fasad bangunan baru SDN Pekayon 05 dan SMP Negeri 91 Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Perubahan serupa dirasakan Rizal dan Raihan, siswa kelas III SDN Pekayon 05 Pagi. Keduanya menceritakan perbedaan antara sekolah sebelumnya dan gedung baru yang kini mereka tempati.

Rizal mengatakan, jika sebelumnya siswa bergantian masuk pada pagi dan siang hari, kini kegiatan belajar berlangsung pada pagi hari.

Selain ruang belajar, lapangan olahraga menjadi bagian lain yang mendapat perhatian dari para siswa. Rizal menilai lapangan yang tersedia sekarang lebih baik dan luas.

“Karena bagus dan luas,” kata Rizal.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tiba di SDN Pekayon 05 dan SMP Negeri 91 Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Raihan menambahkan, kini tersedia fasilitas olahraga seperti tiang basket dan net badminton. Ia juga menceritakan pengalamannya mengenai kondisi lapangan sebelumnya.

“Kalau jatuh langsung berdarah,” kata Raihan saat menjelaskan kondisi lapangan lama.

Cerita tersebut memperlihatkan bagaimana perubahan fasilitas sekolah juga menyentuh kegiatan anak-anak di luar kelas. Lapangan yang lebih luas kini menjadi bagian dari lingkungan sekolah tempat mereka dapat berolahraga.

Dua Sekolah dalam Satu Lingkungan

Fasad bangunan baru SDN Pekayon 05 dan SMP Negeri 91 Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

SDN Pekayon 05 Pagi dan SMPN 91 Jakarta kini berada dalam satu lingkungan sekolah. Gedung bertingkat itu menjadi bagian dari upaya memaksimalkan penggunaan lahan sekaligus menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, sebelum direnovasi, kedua sekolah tersebut telah berusia puluhan tahun. Ia menyebut gedung SD berusia sekitar 50 tahun, sedangkan gedung SMP sekitar 60 tahun.

Renovasi dilakukan dengan membangun sekolah secara vertikal agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk fasilitas lain, termasuk sarana olahraga.

“SD maupun SMP ini sebelum renovasi umurnya kurang lebih 50 tahun dan 60 tahun. Dan dulu flat dan inilah pertama kali kemudian dilakukan renovasi, diintegrasikan menjadi naik ke atas supaya lahannya bisa digunakan untuk sarana olahraga,” kata Pramono saat mengunjungi kedua sekolah tersebut, Senin (12/10).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di SDN Pekayon 05 dan SMP Negeri 91 Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Menurut Pramono, pembangunan terintegrasi kedua sekolah itu membutuhkan biaya Rp 101,3 miliar. Ia menilai gedung baru tersebut memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.

“Karena terintegrasi dengan baik, mempunyai lift, sarana prasarananya cukup lengkap, ada perpustakaan, ada kantin, ada tentunya ruang tempat belajar mengajar yang representatif,” ujar Pramono.

Dengan konsep tersebut, area sekolah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari belajar di kelas hingga berolahraga di lapangan. Penggunaan gedung bertingkat juga menjadi bagian dari penataan ruang sekolah agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Harapan di Balik Gedung Baru

Di tengah perubahan bangunan dan fasilitas, para siswa memiliki harapan masing-masing terhadap sekolah mereka. Bagi Rifa, fasilitas yang lebih baik diharapkan dapat menjadi dorongan bagi siswa untuk berprestasi. Sementara itu, Rizal dan Raihan merasakan perubahan dalam kegiatan belajar serta fasilitas olahraga yang kini tersedia.

Kunjungan Pramono ke sekolah tersebut juga menjadi pengalaman tersendiri bagi Rifa. Ia mengaku senang karena gubernur datang langsung dan sempat bermain basket bersama para siswa.

Fasad bangunan baru SDN Pekayon 05 dan SMP Negeri 91 Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

“Terima kasih Pak Gubernur telah mengunjungi sekolah kita. Kami sangat senang Bapak datang kemari. Sempat juga bermain basket bersama kami. Terima kasih Pak Gubernur, tetap semangat dalam bertugas!” kata Rifa.

Gedung enam lantai itu kini menjadi bagian dari keseharian siswa SDN Pekayon 05 Pagi dan SMPN 91 Jakarta. Mereka belajar di ruang yang baru, menggunakan fasilitas yang lebih lengkap, dan menjalani kegiatan sekolah dengan perubahan yang mereka rasakan langsung.

Bagi Rifa, fasilitas yang lebih baik diharapkan dapat berjalan beriringan dengan prestasi siswa. Ia ingin sekolahnya tidak hanya memiliki bangunan yang bagus, tetapi juga menjadi tempat yang mendorong para murid berkembang dan meraih prestasi.