Wajah Baru Smart City IKN Nusantara, Kepala BIN Sebut Perpaduan Modern & Tradisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Desain Istana Kepresidenan karya Nyoman Nuarta di ibu kota baru.
 Foto: Dok. Nyoman Nuarta
zoom-in-whitePerbesar
Desain Istana Kepresidenan karya Nyoman Nuarta di ibu kota baru. Foto: Dok. Nyoman Nuarta

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur akan menjadi sorotan dunia. Sebab, IKN Nusantara akan menerapkan konsep smart city modern yang berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia dan negara lain.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (purn) Budi Gunawan menegaskan Kota Nusantara adalah representasi masyarakat Indonesia yang berkembang lebih modern dengan tujuan masa depan bersama dan berpikir jauh ke depan, memanfaatkan teknologi yang efisien dan nyaman, serta meneruskan warisan budaya Indonesia yang sangat luhur.

Menurutnya, IKN Nusantara akan membuat wajah Indonesia berbeda dengan sebelumnya. Ia yakin akan banyak hal positif yang diambil Indonesia dengan berpindahnya ibu kota negara.

“Konsep yang diusung akan berbeda. Letak geografis di IKN Nusantara memang perbukitan tapi akan diubah menjadi lebih indah dan hijau berkelanjutan. Akan ada tol, akan ada pembangunan gedung-gedung yang mengusung smart city disertai taman-taman hijau untuk rekreasi sekaligus penata air. Kita akan ubah menjadi kota modern,” ucap Budi Gunawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/2).

Kepala BIN Jenderal Pol (purn) Budi Gunawan meninjau pelaksanaan vaksinasi di Banten, Kamis (12/8). Foto: Dok. Istimewa

Bukan tanpa alasan, ibu kota baru di Penajam Paser Utara memang berbukit-bukit. Saat ini akses menuju ke lokasi tersebut dari Balikpapan harus ditempuh dengan 2,5 jam namun nantinya hanya maksimal 1 jam.

Untuk itu, pembangunan tol hingga transportasi umum yang memadai dengan konsep modern akan dibangun untuk menunjang IKN Nusantara tanpa menghilangkan kearifan lokal.

“Di atas lahan seluas 256.000 hektar, IKN Nusantara akan dibangun dengan konsep modern, tapi juga tak menghilangkan esensi dari kota hutan (Forest City). pemerintah juga tidak akan menghilangkan kearifan lokal Kaltim,” ujarnya.

Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Budi Gunawan menegaskan pembangunan IKN Nusantara tidak akan berdampak negatif pada ekosistem teluk Balikpapan dan dampak negatif lain juga dimitigasi dengan baik. Budi Gunawan memastikan pembangunan IKN Nusantara tidak menghilangkan ‘harta karun’ alam dan budaya di Kalimantan Timur.

“Sebagian besar lahan IKN adalah hutan. 20 persen yang akan dibangun untuk ibu kota. Sisanya akan kita jaga. Justru ini akan perluas, kami perbaiki akan hutan yang rusak tidak mengalami ancaman banjir dan abrasi,” jelas Budi Gunawan.

UU IKN Disambut Suka Cita Masyarakat Kaltim

Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor (kanan) saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) M Irsadi Zainal mengaku masyarakat Kaltim menyambut gembira disahkannya Undang-Undang (UU) IKN. Dia juga siap mendukung penuh dan berkontribusi.

“Kami mau meneguhkan keputusan politik Bapak Presiden Jokowi dan DPR RI dalam penetapan keputusan UU IKN Nusantara ini. Tentunya kami, menyambut ini dengan penuh suka cita dan bersyukur,” ujar M Irshadi Zainal.

“Semoga proses pembangunan IKN bisa berjalan lancar dan tepat waktu,” tambahnya.

Desain Istana Kepresidenan karya Nyoman Nuarta di ibu kota baru. Foto: Dok. Nyoman Nuarta

Senada, Koordinator Bidang Hukum Persekutuan Dayak Kaltim (PDKT) Cabang Kutai Kertanegara, Elia Hendra Wijaya, mengaku antusias dengan pemindahan IKN ke Kaltim. Dia juga siap mendukung penuh dan siap mengawal pembangunan IKN.

“Kami selaku tokoh dan pemuda Dayak sangat antusias serta mendukung penuh penetapan Kaltim sebagai Ibu Kota. Kami sangat mengecam terkait pihak-pihak yang menolak,” tegasnya.

Dia berharap, agar pemerintah bisa melibatkan putra dan putri Kaltim dalam badan otorita IKN. Serta, supaya pemerintah bisa mengakomodir kearifan lokal yang ada di Kaltim.

“Kami berharap agar pemerintah bisa memanfaatkan kearifan lokal yang ada di Kaltim. Supaya masyarakat juga dilibatkan dalam pembangun IKN,” kata Hendra.

Infografik Ibu Kota Baru RI Bernama Nusantara. Foto: kumparan