Waka Komisi IX Minta Orang Tua dan Sekolah Waspadai Squishy Berjarum

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat mewaspadai bahaya permainan squishy berjarum yang ditemukan dimainkan anak-anak sekolah.
Yahya menyebut permainan tersebut dinilai berisiko bagi kesehatan, terlebih jika jarum suntik yang digunakan merupakan jarum bekas.
Yahya meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas bermain anak dan melarang mereka menggunakan mainan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
“Pertama, saya minta orang tua untuk mewaspadai dampak negatif dari permainan tersebut. Apalagi jarum suntik yang digunakan jarum bekas yang sangat berbahaya bagi kesehatan,” kata Yahya, Sabtu (24/10).
Ia juga meminta orang tua melarang anak-anak memainkan mainan yang tidak sehat dan membahayakan. Menurutnya, pengawasan keluarga diperlukan untuk mencegah anak terpapar risiko kesehatan akibat permainan tersebut.
Selain orang tua, Yahya meminta pemerintah melakukan pengawasan secara ketat terhadap peredaran dan penggunaan permainan squishy berjarum. Jika diperlukan, pemerintah dapat mempertimbangkan pelarangan terhadap permainan yang dinilai membahayakan anak-anak.
“Ketiga, meminta pemerintah melakukan pengawasan yang ketat terhadap permainan tersebut, jika diperlukan melakukan pelarangan,” ujarnya.
Yahya turut meminta pihak sekolah mengambil langkah pencegahan dengan melarang peserta didik memainkan permainan tersebut di lingkungan sekolah. Ia menilai sekolah perlu memberikan edukasi sekaligus menyediakan alternatif permainan yang lebih aman, mendidik, dan konstruktif.
“Keempat, meminta sekolah melarang anak didiknya melakukan permainan tersebut karena sangat membahayakan. Dan memberikan edukasi dengan permainan yang mendidik dan konstruktif,” katanya.
Lebih lanjut, Yahya mengajak masyarakat untuk turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya permainan tersebut. Ia meminta masyarakat memastikan anak-anak tidak memainkan squishy berjarum demi melindungi kesehatan dan keselamatan mereka.
“Kelima, meminta masyarakat untuk mewaspadai dampak permainan tersebut bagi kesehatan dan menjauhkan anak-anaknya dari permainan tersebut,” tuturnya.
Yahya menegaskan, upaya pencegahan perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat. Dengan pengawasan bersama dan edukasi mengenai permainan yang aman, risiko yang dapat mengancam kesehatan anak diharapkan bisa dicegah.
Guru Temukan Squishy Berjarum di Lebak
Sebelumnya, seorang guru honorer di Lebak, Banten, Nuraida (45), menemukan mainan squishy dengan jarum suntik yang marak dimainkan sejumlah siswa di sekolah dasar tempatnya mengajar.
Penemuan itu awalnya dari salah satu siswanya yang disemprot air menggunakan jarum suntik tersebut hingga berteriak histeris.
"Saat itu, saya sedang mengumpulkan sampah di teras dan mendengar siswa kelas 3 berteriak-teriak serta berlarian ketakutan karena disemprot air oleh temannya. Saya melihat ada siswa yang menangis dan merasa kesakitan. Ternyata, mereka sedang bermain suntikan tersebut," kata Nuraida saat dihubungi, Sabtu (24/10).
Setelah mengetahui penyebab kegaduhan, Nuraida langsung memeriksa mainan yang digunakan para siswa. Ia juga menanyakan asal mainan tersebut kepada mereka.
Dari keterangan para siswa, mainan berbentuk suntikan itu dibeli dari seorang pedagang mainan yang berjualan di depan sekolah setiap pagi.
