Waka Komisi XI Nilai Perbedaan Purbaya-Suahasil: Koboi vs Pendiam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berjabat tangan dengan Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026).  Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berjabat tangan dengan Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Wakil Ketua Komisi XI DPR Fauzi Amro menilai sosok Menteri Keuangan Suahasil Nazara memiliki karakter yang berbeda dengan pendahulunya, Purbaya Yudhi Sadewa.

Meski begitu, Fauzi menilai karakter seseorang bukan menjadi ukuran utama dalam menilai kinerja seorang Menteri Keuangan.

“Ya kan gini kan, kalau kita banyak bicara belum tentu hasilnya juga bagus. Kalau orang itu diam belum juga hasilnya bagus. Parameternya sederhana menurut kami adalah parameternya dia bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” ujar Fauzi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/9).

“Sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dia sebagai Menteri Keuangan, yang tujuan utamanya harus bisa menjaga APBN, menjaga ekonomi, menterjemahkan keinginan presiden lewat asa-citanya, sehingga pendapatan negara, belanja negara, dan kualitas belanja pun akan efektif. Ujung-ujungnya pada tingkat kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Fauzi kemudian membandingkan karakter Purbaya dan Suahasil. Ia menyebut Purbaya sebagai sosok yang lebih ceplas-ceplos dan memiliki gaya “koboi”. Sementara itu, Suahasil dinilai lebih pendiam, tetapi memiliki pemahaman yang kuat mengenai tugasnya.

“Nah dua figur ini kita lihat agak berbeda satu dengan lain. Tadi disampaikan Pak Purbaya memang orangnya ceplas-ceplos, koboi, dan seterusnya gitu loh. Pak Suahasil ini lebih pada agak pendiam. Nah, tapi dia ya, Pak Suahasil ini orang yang bekerja dan memahami,” katanya.

Menurut Fauzi, karakter Suahasil tersebut tidak terlepas dari pengalamannya selama menjadi Wakil Menteri Keuangan. Suahasil pernah mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelum kemudian menjadi wamen yang mendampingi Purbaya.

Fauzi menjelaskan, ketika masih menjabat sebagai wamen, Suahasil tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan. Perannya lebih banyak memberikan kontribusi pemikiran kepada menteri, sementara keputusan dan eksekusi berada di tangan Menteri Keuangan.

“Nah sekarang waktunya Pak Suahasil untuk menjalankan amanah yang disampaikan oleh Pak Presiden Prabowo, menjaga APBN biar sehat, menjaga APBN biar kredibilitas, menjaga APBN belanjanya untuk kesejahteraan rakyat dan berkualitas seperti itu,” katanya.

Dinilai Mirip Sri Mulyani

Fauzi juga menilai karakter Suahasil memiliki kemiripan dengan Sri Mulyani. Menurutnya, keduanya sama-sama berlatar belakang ekonom dari Universitas Indonesia dan memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi dan fiskal.

“Kalau dari apa, apa, dia sama-sama UI lah. Ekonom UI ya, ekonom UI yang sangat berpengalaman. Kedua memang didikan Pak Suahasil dengan Ibu Sri Mulyani ini, kalau menurut kacamata kami ya, saya melihatnya agak mirip seperti itu gitu,” katanya.

Fauzi mengatakan salah satu kemiripan tersebut terlihat dari cara menyampaikan kebijakan. Menurutnya, seorang Menteri Keuangan perlu memastikan setiap pernyataan yang disampaikan telah melalui mekanisme dan kajian yang matang.

“Apalagi seorang Menteri Keuangan harus bisa betul menjaga APBN-nya, menjaga keuangan negara itu biar lebih apa lebih prudent, lebih layak, lebih sehat, lebih kredibel seperti itu,” katanya.

Di sisi lain, Fauzi menanggapi isu yang beredar mengenai kemungkinan adanya persoalan internal di Kementerian Keuangan yang melatarbelakangi pergantian Purbaya dengan Suahasil.

Fauzi mengatakan perbedaan pendapat antara menteri, wakil menteri, maupun pejabat eselon di kementerian merupakan hal yang biasa. Menurutnya, persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme kelembagaan di Kementerian Keuangan.

“Ya kalau kita melihat sih biasa-biasa sajalah. Kalaupun ada beda pendapat antara Pak menteri dengan wamen, Pak wamen dengan Pak Dirjen itu hal yang biasa. Tapi mekanisme itu bisa diselesaikan kelembagaan Kementerian Keuangan,” katanya.

Fauzi menegaskan pergantian Menteri Keuangan merupakan hak prerogatif Presiden. Menurutnya, Presiden memiliki kewenangan untuk menentukan kapan seorang menteri perlu dievaluasi dan kapan pergantian perlu dilakukan.

“Nah ini momen yang tepat, di saat kondisi perekonomian kita dan geopolitik secara nasional maupun global kita lagi menghadapi tekanan yang sangat luar biasa dan kami berharap dan harapan yang tepat untuk memilih Pak Suahasil merupakan solusi terhadap kondisi-kondisi perekonomian kita maupun kondisi perekonomian secara global,” tuturnya.

Fauzi berharap Suahasil dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, terutama dalam menjaga kesehatan APBN, meningkatkan kualitas belanja negara, serta mendorong pendapatan negara agar lebih maksimal.

“Itu harapannya, mudah-mudahan Pak Suahasil ini bisa memberikan solusi yang diinginkan oleh Pak Presiden menjaga APBN, APBN yang sehat, APBN yang kualitas, pendapatan negara yang maksimal, belanja yang berkualitas berujung pada kesejahteraan rakyat, tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Ia menggantikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa.

Suahasil sebelumnya merupakan Wamenkeu pendamping Purbaya.

Pelantikan digelar berdasarkan Keppres Nomor 97P/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan 2024-2029.

Prabowo pun memimpin pengambilan sumpah dari Suahasil.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Suahasil membacakan sumpah.

Usai pembacaan sumpah, Suahasil dan Prabowo menandatangi berita acara pelantikan.

Purbaya menjabat sebagai Menkeu selama 1 tahun setelah dilantik pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani.