WakaBIN Sebut Demo Rusuh 25-31 Agustus Sudah Terdeteksi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waka BIN Komjen Imam Sugianto di Kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan pada Senin (8/9/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Waka BIN Komjen Imam Sugianto di Kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan pada Senin (8/9/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Badan Intelijen Negara (BIN) mengatakan, sebenarnya aksi demo yang berakhir ricuh pada 25-31 Agustus sudah terdeteksi sejak jauh hari.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala BIN Komjen Imam Sugianto usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (8/9).

"Oh sudah. Deteksi dini sudah. Sebelum tanggal 25," kata Imam kepada wartawan.

BIN lantas ditanya mengapa jika sudah terdeteksi, demo tetap pecah dan berakhir ricuh. Bahkan, banyak fasilitas umum rusak dan memakan korban jiwa.

Imam hanya menjawab dengan tersenyum. "Terima kasih, terima kasih," ucap dia seraya tertawa.

Personel Polres Ternate mengamankan seseorang mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Ternate, di Ternate, Maluku Utara, Senin (1/9/2025). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
Massa membakar Gerbang Tol Pejompongan, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Massa demo masih bertahan di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Sementara Menko Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan pemerintah sudah melakukan pemulihan imbas demo rusuh.

Rapat koordinasi hari ini mengundang seluruh kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah ingin meminta masukan agar pemulihan dan langkah hukum berjalan dengan baik dan cepat.

"Kami ingin mendengar semua laporan dan juga pandangan dari mereka semua dalam mengatasi perkembangan yang terjadi. Pada intinya adalah bahwa pemerintah memberikan satu respons yang positif terhadap tuntutan dari rakyat kita untuk melakukan berbagai perbaikan-perbaikan yang selama ini dirasakan satu yang kurang dan didesakkan untuk dilakukan satu pembenahan dan perbaikan," kata Yusril.

video from internal kumparan

#JagaIndonesiaLewatFakta kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.