Wakapolri Buka Pekan Olahraga Polri, Diikuti 6.698 Atlet dari 8 Cabang Olahraga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhub Dudy Purwagandhi, Menpora Erick Tohir, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, dan Menkopolkam  Djamari Chaniago menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menhub Dudy Purwagandhi, Menpora Erick Tohir, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, dan Menkopolkam Djamari Chaniago menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo resmi membuka Pekan Olahraga Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Minggu (28/6). Ajang olahraga tahunan ini diikuti 6.698 atlet dari berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, hingga masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan Pekan Olahraga Polri menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet sekaligus penguatan karakter anggota melalui olahraga.

“Selain itu Polri juga menyelenggarakan Kapolri Cup tahun 2026 dalam 8 cabang olahraga yaitu basket, bulu tangkis, judo, menembak, indoor skydiving, tenis lapangan, taekwondo dan karate yang diikuti 6.698 atlet,” kata Dedi di Polda Metro, Minggu (28/6).

Pembukaan Pekan Olahraga Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Menurut Dedi, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang kompetisi bagi atlet Polri, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi unsur lain di luar kepolisian.

“Kapolri Cup tahun 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan dan kompetisi bagi atlet Polri, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi rekan-rekan TNI dan masyarakat umum,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlibatan lintas unsur itu terlihat di sejumlah cabang olahraga seperti basket, taekwondo, karate, menembak, dan indoor skydiving yang diikuti atlet Polri, TNI, dan masyarakat umum.

Dedi menilai olahraga menjadi ajang penting untuk menanamkan disiplin, sportivitas, serta memperkuat solidaritas di internal Polri maupun dengan masyarakat.

“Komitmen tersebut harus tercermin dalam setiap ruang kehidupan termasuk melalui olahraga yang mengajarkan disiplin, sportivitas, ketangguhan dan kerendahan hati,” ucap dia.

Dedi menegaskan, Polri akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pekan Olahraga Polri agar mampu menjadi jalur pembinaan atlet menuju level kompetisi yang lebih tinggi, termasuk kejuaraan nasional hingga Olimpiade.

Dalam kesempatan itu, Dedi turut menyoroti capaian atlet Polri di berbagai ajang internasional. Salah satunya pada World Police and Fire Games 2025, kontingen Polri meraih 50 medali yang terdiri dari 23 emas, 11 perak, dan 16 perunggu.

Selain itu, atlet Polri juga menyumbang 30 medali di SEA Games 2025, yakni 5 emas, 15 perak, dan 10 perunggu.

Pembukaan Pekan Olahraga Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Kata Menpora

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Polri. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat prestasi olahraga nasional sekaligus membangun karakter bangsa.

“Satu, direktif dari Bapak Presiden di mana Bapak Presiden menginginkan sekarang olahraga itu tidak hanya menjadi duta bangsa tetapi juga mencerminkan kedigdayaan kita sebagai bangsa,” kata Erick.

Erick menyebut kontribusi atlet Polri terhadap prestasi olahraga nasional sudah terlihat, termasuk di ajang SEA Games.

“Dan buat Polri sendiri sudah ada hasilnya kalau bicara kedigdayaan. Kemarin di SEA Games itu menyumbangkan 5 emas, 15 medali perak, 10 medali perunggu,” ujarnya.

Ia juga menyoroti rendahnya partisipasi olahraga masyarakat Indonesia yang masih tertinggal dibanding negara lain. Karena itu, menurutnya, penyelenggaraan event olahraga seperti Pekan Olahraga Polri penting untuk mendorong budaya hidup sehat.

“Saya juga mendapat laporan Pekan Olahraga Polri ini juga memasyarakatkan olahraga karena memang kita sangat tertinggal,” kata Erick.

Menurut Erick, semakin banyak institusi yang menggelar kompetisi olahraga, maka dampaknya akan semakin besar bagi peningkatan kualitas kesehatan dan prestasi olahraga nasional.