Wakapolri soal Kebakaran Lahan di Pontianak: 90 Persen Ulah Manusia

20 Agustus 2018 12:20
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Wakapolri soal Kebakaran Lahan di Pontianak: 90 Persen Ulah Manusia (246903)
zoom-in-whitePerbesar
Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. (Foto: Aria Pradana/kumparan)
ADVERTISEMENT
Proses pemadaman kebakaran lahan gambut di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, masih terus dilakukan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat masih ada beberapa titik api yang masih terpantau.
ADVERTISEMENT
Terkait hal tersebut, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan polisi sudah mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai penyebab kebakaran hutan.
“Ada beberapa yang sudah ditangkap, kami tindak tegas,” ucap Ari Dono di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo, Jakarta Selatan, Senin (20/8).
Ia menerangkan, penyebab kebakaran lahan dan hutan di wilayah Kalbar sebesar 90 persen adalah ulah manusia. Teriknya matahari pada musim kemarau saat ini menurutnya tak terlalu berpengaruh yang menyebabkan kebakaran.
“Potensi kejadian 90 persen itu karena manusia, karena alamnya relatif sedikit. Apalagi sekarang kan kemaraunya tidak terlalu keras,” ujarnya.
Wakapolri soal Kebakaran Lahan di Pontianak: 90 Persen Ulah Manusia (246904)
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi pembakaran lahan di Pontianak. (Foto: Dok. Polda Kalbar)
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles Brotestes Panjaitan, sebelumnya menjelaskan musibah kali ini terjadi lantaran adanya pembakaran yang dilakukan semjumlah oknum yang ingin mengubah lahan gambut tersebut. Lahan-lahan itu, kata dia, diduga akan dijadikan perumahan dan bangunan.
ADVERTISEMENT
"Banyak terjadi pembakaran di tengah kota atau perbatasan yang lahan kosong untuk dijadikan perumahan atau bangunan," ucap Raffles kepada kumparan, Senin (20/8).
Kebakaran lahan tersebut menimbulkan asap yang mencemari Pontianak. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Senin (20/8), akibat asap tebal dari kebakaran itu mempengaruhui jarak pandang menjadi hanya sekitar 300 meter.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020