Wakapolri: Tak Ada Instruksi Polisi Minta Rektor Buat Video Apresiasi Jokowi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakapolri, Komjen Agus Andrianto di Makassar, Sulsel. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakapolri, Komjen Agus Andrianto di Makassar, Sulsel. Foto: Dok. Istimewa

Wakapolri, Komjen Pol Agus Andrianto angkat bicara terkait adanya rektor kampus mengaku diminta oleh polisi untuk membuat video mengapresiasi Jokowi.

Kata Agus, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, tidak pernah mengeluarkan perintah atau instruksi kepada jajaran untuk minta rektor kampus-kampus membuat video testimoni mengapresiasi presiden Jokowi.

"Jadi kalau untuk yang itu, sejauh ini tidak ada instruksi untuk mengarahkan untuk meminta itu (minta video rektor apresiasi Jokowi), kata Agus kepada wartawan di Makassar, Rabu (7/2).

"Buktinya Pak Kapolda juga tidak ada tugas seperti itu, jadi mungkin pemahaman yang salah daripada pelakunya," sambungnya.

Wakapolri, Komjen Agus Andrianto di Makassar, Sulsel. Foto: Dok. Istimewa

Agus menjelaskan, Kapolri memang memiliki satu program bernama cooling system. Tetapi, program ini kegiatannya hanya seperti bakti kesehatan dan bakti sosial yang bisa membantu masyarakat.

"Jadi ini baik-baik saja. Boleh ada tanya Pak Rektor. Insyaallah tidak ada," tegasnya.

Agus menegaskan, netralitas Polri pada Pemilu ini merupakan harga mati.

"Netralitas, sudah pastilah. Polisi sesuai aturan, sesuai ketentuan, netral," tandasnya.