Wakapolri Tinjau Karhutla Kalteng: Usaha Maksimal Wajib Dilaksanakan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo tinjau penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah.  Foto: Dok. Polri
zoom-in-whitePerbesar
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo tinjau penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. Foto: Dok. Polri

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengecek langsung kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Dedi mengunjungi Posko Induk Penanganan Karhutla Polda Kalteng pada Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca P. Simanjuntak dan diterima Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan beserta jajaran.

Dalam kunjungannya, Dedi mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta berbagai dukungan yang digunakan untuk menangani karhutla. Ia juga mengecek keterlibatan perwira menengah (Pamen) dan perwira tinggi (Pati) peserta didik pendidikan kepemimpinan Polri yang diterjunkan ke wilayah terdampak.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo tinjau penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. Foto: Dok. Polri

Dedi menegaskan penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat.

“Usaha maksimal wajib dilaksanakan. Karena ini merupakan tanggung jawab bersama. Ada pemerintah daerah, ada Korem, kemudian ada Polda dengan jajarannya, kemudian teman-teman Manggala Agni yang bekerja sangat luar biasa,” kata Dedi.

Ia menambahkan, pengerahan personel serta dukungan sarana dan teknologi merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat terlindungi dan kebakaran hutan dan lahan dapat segera ditangani.

Sebanyak 59 peserta didik (Serdik) dilibatkan dalam penanganan karhutla di wilayah hukum Polda Kalteng. Mereka terdiri atas 40 Serdik Sespimmen, 12 Serdik Sespimti, dan tujuh Serdik SPPK.

Para Serdik tidak hanya menjalani proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga turun langsung ke lapangan. Mereka memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan asistensi, serta memberikan masukan terhadap strategi penanganan karhutla.

Menurut Dedi, keterlibatan para Serdik sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan yang bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat.

“Saya mengecek langsung di posko induknya di Polda, kemudian mengecek langsung bagaimana kesiapannya juga, personelnya, sarana prasarananya,” ujar Dedi.

Ia mengapresiasi keterlibatan para Serdik dan berharap pengalaman yang diperoleh di lapangan dapat menghasilkan pola penanganan karhutla yang lebih efektif dan efisien.

“Agar tahun-tahun berikutnya kebakaran hutan yang ada di Kalimantan Tengah bisa ditangani secara efektif, efisien, dan hasilnya bisa maksimal,” jelasnya.

354 Personel Satgas Pemburu Api Dikerahkan

Selain melibatkan para Pamen dan Pati, Polda Kalteng mengerahkan 354 personel Satgas Pemburu Api dari berbagai satuan kerja.

Kekuatan tersebut terdiri atas 55 personel dari 11 subsatgas, 149 personel Samapta, dan 150 personel Brimob.

Ratusan personel tersebut bergerak bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat. Mereka melakukan patroli, pencegahan, pemadaman, pembasahan gambut, hingga penanganan dampak karhutla.

Penanganan karhutla tahun ini menjadi tantangan tersendiri karena kondisi cuaca yang semakin kering.

Dedi mengatakan kondisi tersebut diperparah oleh fenomena El Niño yang cukup kuat sehingga tingkat kekeringan di sejumlah wilayah mendekati kondisi ekstrem.

“Berdasarkan kondisi objektif ini, tadi Pak Kapolda menyampaikan memang karena di bulan Agustus-September ini kita sudah masuk El Niño yang sangat kuat. Tingkat kekeringannya juga sudah mendekati tingkat kekeringan ekstrem,” kata Dedi.

Menurut Dedi, kondisi muka air tanah gambut yang ideal berada di sekitar 40 sentimeter. Sementara saat ini, muka air tanah di sejumlah wilayah Kalteng disebut telah mencapai sekitar 120 sentimeter.

“Untuk kebakaran skala besar ini tidak bisa hanya water bombing, tidak bisa hanya satgas darat,” tegasnya.