Wakapolri: Yang Ragukan Netralitas Polisi, Itu yang Tak Netral

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Salah satu kritik paling mengemuka atas usulan jenderal polisi menjadi Penjabat (Pj) gubernur adalah masalah netralitas. Polisi yang menjadi gubernur sementara dicurigai bakal tak netral, karena ada kandidat dari unsur Polri.

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin berharap tidak perlu ada yang meragukan polisi dalam momen pilkada. Termasuk soal anggota Polri menjadi Pj gubernur.

"Polri harus netral, tidak usah diragukan. Nanti yang meragukan, itu yang tidak netral," ucap Syafrudin di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Jumat (26/1).

Syafruddin menyebut pada Pilkada 2015, pernah ada anggota Polri menjadi Pj gubernur. Yaitu Irjen Carlo Tewu menjadi Pj Gubernur di Sulawesi Barat. Saat itu, tidak ada masalah netralitas yang mengemuka.

"Ada Plt Gubernur Aceh dari TNI, dan Plt Gurbernur Sulawesi Barat dari Polri. Sudah pernah. Lancar sukses di Aceh pemilunya kondusif. Sulawesi Barat juga sukses pemilunya kondusif," tuturnya.

Wakapolri Syafruddin  (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wakapolri Syafruddin (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Meski begitu, pengusulan pejabat Polri sebagai Pj gubernur masih sebatas wacana dan belum diputuskan. Bahkan, nama yang akan diusulkan tidak terbatas hanya dua, Irjen Pol M Iriawan dan Irjen Pol Martuani Sormin.

"Masih wacana, banyak belum tentu. Bisa juga Wakapolri, bisa juga Pak Royke (kakorlantas). Tergantung nanti Kemendagri siapa yang dipilih," tuturnya.