Waketum DMI Protes Namanya Dicatut Ikut ke NasDem, Din Syamsuddin Klarifikasi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Din Syamsuddin, Ketua DPP NasDem Effendi Chorie hingga Sekjen NasDem Hermawi Taslim usai pertemuan dengan Ketum Surya Paloh di DPP NasDem, Gondangdia, Senin (6/11).  Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Din Syamsuddin, Ketua DPP NasDem Effendi Chorie hingga Sekjen NasDem Hermawi Taslim usai pertemuan dengan Ketum Surya Paloh di DPP NasDem, Gondangdia, Senin (6/11). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Kunjungan eks Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ke NasDem Tower pada Senin (6/11) berbuntut panjang. Dalam daftar rombongan yang diterima awak media, Din Syamsuddin mengajak 15 tokoh dan Komjen (purn) Syafruddin Kambo yang merupakan eks Wakapolri.

Setelah menemui Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Din menyatakan mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.

Syafruddin berdasarkan pantauan di lokasi, tidak hadir dalam pertemuan itu.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menemui Ketum NasDem Surya Paloh dan jajaran pengurus DPP NasDem di NasDem Tower, Gondangdia, Senin (6/11). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini kemudian menyampaikan protes kepada Din Syamsuddin.

Syafruddin menegaskan, dirinya sudah menolak permintaan Din Syamsuddin untuk ikut dalam rombongan kunjungan ke NasDem Tower. Ia mengatakan, posisinya saat ini melarang dirinya terlibat dalam politik praktis.

"Kemarin saya sudah bilang ke Pak Din, saya tidak terlibat politik praktis, Dewan Masjid tidak boleh dibawa ke dalam politik, tapi nama saya tetap dimasukkan ke dalam daftar rombongan," ucap Syafruddin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/11).

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin, pada groundbreaking Museum International Sejarah Nabi dan Peradaban Islam, Rabu (26/2). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Ia menyayangkan, Din Syamsuddin yang masih mencantumkan namanya dalam daftar rombongan yang hadir dalam kunjungan bernuansa politis tersebut. Sebab kunjungan Din Syamsuddin ke NasDem merupakan bentuk dukungan terbuka kepada pasangan AMIN.

Ketua Asfa Foundation ini menekankan, dirinya tidak hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk juga pada pertemuan-pertemuan yang bernuansa politis lainnya. Ia mendesak Din Syamsuddin untuk segera meralat soal ini.

"Sekali lagi saya meminta Pak Din untuk segera meralat ke semua media yang memuat pemberitaan soal kehadiran saya di pertemuan kemarin. Sekali lagi saya tekankan, Dewan Masjid tidak boleh terlibat politik, saya pun demikian menolak terlibat di politik praktis," tutur dia.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menemui Ketum NasDem Surya Paloh dan jajaran pengurus DPP NasDem di NasDem Tower, Gondangdia, Senin (6/11). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Klarifikasi Din Syamsuddin

Setelah diprotes keras oleh Syafruddin, Din Syamsuddin memberikan klarifikasi. Ia menepis mencatut nama Syafruddin.

Meski begitu, Din menyampaikan permohonan maaf kepada Syafruddin. Ia tidak mengetahui masalah ini akan berdampak terhadap reputasi dan nama baik Syafruddin.

Berikut pernyataan lengkap Din Syamsuddin:

Sehubungan dengan penyebutan nama Komjen Pol (pur) Syafruddin, Wakil Ketua Umum DPP Dewan Masjid Indonesia dalam rombongan Pimpinan/Tokoh Ormas-ormas Islam ke DPP Partai NasDem, disampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tokoh Ormas yang diajak bersilaturahmi adalah atas undangan, dan yang dicantumkan namanya dalam daftar adalah yang bersedia. Nama Wakil Ketua Umum PP Dewan Masjid diberi catatan dalam kurung tentatif atau tidak pasti.

  2. Hal itu berawal dari kebetulan saya bertemu Ketua Umum DMI Bapak Jusuf Kalla di Monas pada Aksi Akbar Palestina, saya memberi tahu beliau bahwa akan ada rombongan Pimpinan/Tokoh Ormas Islam ke DPP Partai NasDem 6 Nopember 2023 guna menyampaikan aspirasi dan bertanya apakah ada wakil dari DMI yang mau ikut, dengan menyebut mungkin Wakil Ketua Umum DMI bisa mewakili. Saya salah dalam memahami isyarat Pak JK bahwa beliau setuju.

  3. Maka ketika Partai NasDem meminta daftar nama yang akan hadir untuk keperluan penyediaan kursi tempat duduk, nama Waketum DMI saya masukkan tapi dalam catatan tentatif, di antara yang sudah confirmed. Waktu beliau mengirim WA tidak akan ikut dengan alasan tidak ikut politik praktis, daftar itu tidak segera diralat (karena sudah ditulis tentatif atau tidak pasti).

  4. Jadi tidak benar dicatut, karena tidak ada keperluan sama sekali untuk itu, suatu istilah yang berkonotasi negatif.

  5. Saya sudah minta maaf kepada Pak Syafruddin, namun karena beliau merasa akan merusak reputasinya sebagai tokoh nasional dan internasional, beliau memprotes lewat media.

  6. Saya sekali memohon maaf dan sama sekali tidak mengetahui bahwa itu akan merusak reputasinya sebagai tokoh nasional dan internasional sebagaimana yang ditulis media.

Terima kasih.

M. Din Syamsuddin