Wakil Bupati Jember Resmikan Museum dan Perpustakaan Letkol dr. RM Soebandi
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur meresmikan museum dan perpustakaan Letkol dr. RM Soebandi.
Peresmian tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman di Universitas dr. Soebandi Jember .
Pantauan di lapangan, museum yang dikelola oleh Yayasan Jember International School (JIS) ini. Juga menampilkan ijazah dan transkrip nilai milik Pahlawan Kelahiran 17 Agustus 1917 saat belajar di Hollandsche Indlandsche School (HIS) Lumajang hingga sekolah dokter di Nederlandsche Indische Artsen School (NIAS) Surabaya.
Wabup Jember Gus Firjaun mengatakan di dalam museum ini terdapat biografi lengkap Letkol dr. RM. Soebandi. Supaya bisa menjadi inspirasi bagi anak muda.
"Mudah mudahan ini bisa jadi inspirasi dan bukti sejarah yang bisa dipelajari oleh kaum muda," katanya.
Dia ingin dengan adanya perpustakaan dan museum tersebut bisa menambah cakrawala pengetahuan bagi generasi muda, untuk belajar sejarah.
"Sehingga bisa meneruskan api perjuangan dari dr. Soebadi untuk bangsa dan negara," kata Gus Firjaun.
Gus Firjaun juga mengaku baru tahu wajah Letkol dr. RM. Soebandi sejak meresmikan museum tersebut. Padahal, wajah pahlawan kelahiran Lumajang itu sudah dipasang tengah jalan Hayam Wuruk Kecamatan Kaliwates Jember.
"Ternyata patung yang ada di Kaliwates itu, patungnya dr. Soebandi dan Muhammad Sroedji. Masyaallah," tuturnya
"Bayangan saya saat lewat situ, itu memberi kesan gambaran pejuang itu seperti itu. Padahal itu patung yang merangkul itu, maksudnya menceritakan keduanya meninggal bersama saat melawan penjajah," timpalnya.
Oleh karena itu, Gus Firjaun meminta kepada para anak muda untuk berjuang secara ikhlas dan totalitas. Sebab, hanya pejuang sejati yang namanya selalu abadi.
"Jadi namanya akan selalu dikenang. Di Jember ada tiga nama yang diusulkan untuk jadi pahlawan nasional. Pertama ada dr. Soebandi, Muhammad Sroedji dan KH. Ahmad Shiddiq," tuturnya.
(LAN)
