Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Wakil Ketua Komisi II: Anggaran PSU di 24 Pilkada Bisa Sentuh Rp 1 Triliun
27 Februari 2025 17:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus gugatan sengketa Pilkada Serentak 2024. Hasilnya, 24 daerah diputuskan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Komisi II Dede Yusuf mengatakan, dirinya telah menghitung anggaran kasar untuk PSU. Jumlahnya bisa capai Rp 1 triliun.
“Tadi saya hitung kasar saja itu bisa mencapai Rp 900 (miliar) sampai 1 triliun,” kata Dede kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/2).
Hitungan kasar tersebut adalah anggaran yang diperlukan oleh KPU, Bawaslu hingga aparat keamanan.
“KPU menyampaikan kurang lebih Rp 496 miliar sekian. Bawaslu kurang lebih sekitar Rp 215 (miliar),” jelasnya.
Dede menjelaskan bahwa anggaran PSU itu akan diambil dari anggaran pemerintah daerah. Kalau anggaran dari daerah tidak cukup, lanjut Dede, anggaran akan dikucurkan dari APBN.
“Sesuai dengan amanat Undang-undang bahwa pemerintah, jika pemerintah daerah tidak sanggup maka pemerintah pusat dapat. Nah konotasi dapat ini yang kita mesti dudukkan bersama-sama,” tutur politisi Demokrat itu.
ADVERTISEMENT
Sementara Kemendagri mengungkapkan, dari 24 daerah yang harus dilakukan PSU, hanya 8 daerah yang tersedia anggarannya. Sementara 16 lainnya belum tersedia.
Berikut 16 daerah yang belum sanggup melakukan PSU: