Walau Terluka, Repan Baduy Tetap Patuh Adat: Jalan Kaki Nyeker, Tolak Naik Mobil
·waktu baca 2 menit

Warga Baduy Dalam, Repan, menjadi korban begal hingga terluka di kawasan Cempaka Putih beberapa waktu lalu. Meski dalam kondisi tangan kirinya terluka disabet senjata tajam, Repan masih memegang teguh adat istiadatnya.
Hal itu tampak ketika Repan diminta untuk menaiki mobil oleh Johan Chandra atau dikenal Nello dari klinik ke RS Ukrida. Ketika itu, Repan memilih untuk tetap berjalan kaki dan menolak menggunakan mobil.
"Saya coba bujuk untuk naik mobil karena ini kan urgent kan jadi saya bilang 'Ayo, ini soalnya ini udah bener-bener nggak bisa nunggu kalau misalnya di klinik kan sudah nggak bisa nanganin'. Dia bilang 'Nggak bisa soalnya ini saya harus jalan kaki kemana-mana'," kata Nello yang merupakan pelanggan madu yang dijual Repan ketika ditemui di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Rabu (5/11).
Dikarenakan Repan menolak, alhasil Nello mesti ikut menemani Repan berjalan kaki ke RS Ukrida. Di sana, Repan langsung ditangani dan mendapat 10 jahitan. Repan bahkan mendapatkan diskon pengobatan dari pihak rumah sakit.
"Ditangani dan di rumah sakit itu Alhamdulillah-nya bener-bener dibantu sih, maksudnya dari yang harga misalnya sampai jutaan cuman kemarin hanya berapa gitu sudah dibantu," ucap dia.
Kini, usai dijahit, kondisi Repan sudah berangsur membaik. Meski begitu, Repan masih mesti tinggal di rumah Nello untuk sementara waktu karena polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus begal yang dialaminya.
Repan dibegal di kawasan Cempaka Putih. Akibat dibegal, Repan kehilangan 10 botol madu, ponsel, dan uang tunai senilai Rp 3 juta. Polisi masih menyelidiki kasus itu dan sudah memeriksa CCTV setempat.
