Walau Terluka, Repan Baduy Tetap Patuh Adat: Jalan Kaki Nyeker, Tolak Naik Mobil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Repan (kanan), Nello (tengah), dan anggota polisi di kawasan Tanjung Duren. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Repan (kanan), Nello (tengah), dan anggota polisi di kawasan Tanjung Duren. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Warga Baduy Dalam, Repan, menjadi korban begal hingga terluka di kawasan Cempaka Putih beberapa waktu lalu. Meski dalam kondisi tangan kirinya terluka disabet senjata tajam, Repan masih memegang teguh adat istiadatnya.

Hal itu tampak ketika Repan diminta untuk menaiki mobil oleh Johan Chandra atau dikenal Nello dari klinik ke RS Ukrida. Ketika itu, Repan memilih untuk tetap berjalan kaki dan menolak menggunakan mobil.

"Saya coba bujuk untuk naik mobil karena ini kan urgent kan jadi saya bilang 'Ayo, ini soalnya ini udah bener-bener nggak bisa nunggu kalau misalnya di klinik kan sudah nggak bisa nanganin'. Dia bilang 'Nggak bisa soalnya ini saya harus jalan kaki kemana-mana'," kata Nello yang merupakan pelanggan madu yang dijual Repan ketika ditemui di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Rabu (5/11).

Johan Chandra atau dikenal Nello saat ditemui di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Rabu (5/11/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Dikarenakan Repan menolak, alhasil Nello mesti ikut menemani Repan berjalan kaki ke RS Ukrida. Di sana, Repan langsung ditangani dan mendapat 10 jahitan. Repan bahkan mendapatkan diskon pengobatan dari pihak rumah sakit.

"Ditangani dan di rumah sakit itu Alhamdulillah-nya bener-bener dibantu sih, maksudnya dari yang harga misalnya sampai jutaan cuman kemarin hanya berapa gitu sudah dibantu," ucap dia.

Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Kini, usai dijahit, kondisi Repan sudah berangsur membaik. Meski begitu, Repan masih mesti tinggal di rumah Nello untuk sementara waktu karena polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus begal yang dialaminya.

Repan dibegal di kawasan Cempaka Putih. Akibat dibegal, Repan kehilangan 10 botol madu, ponsel, dan uang tunai senilai Rp 3 juta. Polisi masih menyelidiki kasus itu dan sudah memeriksa CCTV setempat.

Seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pembegalan hingga harus mengalami luka bacok di tangan kiri saat sedang berjualan madu di wilayah Cempaka Putih, Jakarta pada Minggu (26/10/2025). Foto: Dok. Istimewa