Wali Kota Bandung Jadikan TPU Cikadut Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Corona

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, memutuskan TPU Cikadut, Cimenyan, Bandung, sebagai lokasi pemakaman untuk jenazah pasien terjangkit virus corona. Sejauh ini sudah ada 5 orang yang dimakamkan di sana.
"Sudah, sudah tanda tangan SK dari Mang Oded, saya sudah menentukan Cikadut menjadi tempat pemakaman untuk yang terkena dampak COVID-19," kata dia di Pendopo Balai Kota Bandung, Jumat (3/4).
"Sejak kemarin sudah ada lima atau berapa yang meninggal, ya," lanjut dia.
Oded menambahkan, TPU Cikadut dipilih sebagai lokasi pemakaman pasien terinfeksi karena letaknya strategis serta memiliki area yang luas.
Oden mengakui, semula keputusan itu ditentang oleh warga sekitar. Tapi, setelah pemerintah datang dan memberikan sosialisasi dan pengertian kepada warga, mereka menerima keputusan itu.
"Awal-awal memang ada penolakan setelah ada sosialisasi dan kita terangkan pada mereka, enggak ada penolakan," jelas dia.
Lebih lanjut, Oded mengimbau kepada warga Bandung agar jangan khawatir jenazah bakal menularkan virus sebab virus bakal mati dua jam setelah meninggal dunia. Selain itu, pengurusan jenazah yang dilakukan oleh pihak rumah sakit pun sudah sesuai standar prosedur yang ditetapkan oleh WHO.
"Maka dibungkus beberapa lapis, itu sudah standar WHO. Saya kira enggak usah khawatir lah," pungkas dia.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) tercatat 28 pasien terinfeksi virus corona di Kota Bandung. Dari angka tersebut, 16 pasien masih menjalani perawatan, empat pasien dinyatakan sembuh dan delapan pasien meninggal dunia.
Sedangkan, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 147 kasus. 104 dinyatakan masih dalam perawatan dan 43 diizinkan pulang dan sehat. Adapun kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 1.493. Dari angka tersebut, 804 orang masih dilakukan pemantauan dan 689 orang sudah selesai dipantau.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
