Wali Kota Sebut Denpasar Alami Banjir Terparah
·waktu baca 2 menit

Hampir seluruh wilayah Bali terendam banjir pada Rabu (10/9). Salah satu banjir terparah berada di Kota Denpasar.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengaku tak menyangka banjir sampai melumpuhkan aktivitas perdagangan di Pasar Kumbasari, dan Taman Tukad "Korea" bahkan diserbu sampah.
Para warga bahkan terpaksa memanjat plafon rumah untuk menyelamatkan diri.
Jaya Negara mengaku baru pertama kali mengalami banjir separah ini di Kota Denpasar selama hidupnya yang telah berusia 59 tahun.
"Kalau saya lihat di Kertalanggu cukup tinggi itu hampir kena plafon rumah. Tadi ada orang anaknya ditaruh di atas plafon, karena kita kan tidak nyangka, air (banjir) ini selama saya umur segini ini baru sekarang sudah jadi kejadian seperti ini," katanya di Pasar Kumbasari, Kota Denpasar, Rabu (10/9).
Jaya Negara mengatakan, telah membuat sejumlah tempat pengungsian bagi warga yang terpaksa dievakuasi. Setiap pengungsian telah diberikan tim medis untuk mengecek kesehatan warga.
Selain itu, Pemkot Denpasar saat ini juga fokus mencari warga yang dinyatakan masih hilang.
"Nah kita sekarang sudah minta kepada desa dan lurah untuk mendata. Kita juga sudah membuka posko untuk mencari orang hilang. Kita sudah siapkan desa dan lurah. Yang terpenting kita mendata, yang ditemukan di desa ini berapa, ini kita masih mendata seperti itu," katanya.
Sementara itu, BPBD mencatat ada 112 titik banjir di Bali yang tersebar di Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Tabanan, Karangasem, Jembrana dan Kabupaten Badung. Titik paling banyak berada di Kota Denpasar dengan ketinggian 2-3 meter.
Dalam insiden ini setidaknya ada 8 korban tewas, 8 masih hilang dan ratusan warga mengungsi. Rincian korban tewas adalah di Kota Denpasar ada 2 yakni N (28 tahun) dan ibunya inisial K (56 tahun) akibat bangunan toko kain roboh di Bantaran Tukad Badung. Sebanyak 8 korban masih dinyatakan hilang.
Korban tewas di Kabupaten Gianyar ada 2, yakni NP (75 tahun) dan NM (87 tahun). Korban tewas di Kabupaten Badung juga ada 2, yakni penumpang mobil Sigra Endang (42 tahun) dan buruh proyek bernama Eko (45 tahun).
Di Kabupaten Jembrana, ada 2 yakni Oka Sudiastawa (38 tahun) tersengat listrik dan Niti Kumala (22 tahun) akibat terseret arus.
