Wali Kota Semarang Temui Mukminin, Minta Tak Lagi Bawa Bayi saat Narik Angkot

11 Februari 2020 20:42 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Nurul Mukminin, sopir angkot di Semarang bersama bayinya. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nurul Mukminin, sopir angkot di Semarang bersama bayinya. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
ADVERTISEMENT
Tak butuh waktu lama bagi Nurul Mukminin (48) untuk bertemu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Sebelumnya Mukminin yang bekerja sebagai sopir angkot di Semarang viral karena narik sambil membawa bayinya yang berusia 4 bulan.
ADVERTISEMENT
Pada Selasa (11/2) sore, Hendi -sapaan Hendrar Prihadi- menyambangi rumah yang ditinggali Dian Ika, kader sosial yang merawat bayi Mukminin, Bilqis Choirun Nisa. Di tempat itu hadir pula Mukminin. Hendi tampak didampingi Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis dan Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman.
Hendi berbincang dengan Mukminin dan warga setempat. Dalam kesempatan itu, Mukminin mengucapkan terima kasih kepada Hendi atas bantuannya. Sehingga anaknya bisa dititipkan ke kader sosial dan tidak perlu dibawa narik angkot.
"Saya terima kasih ke Pak Wali, karena Bapak sudah memberikan atensi dengan menegur ke Pak Lurah. Sehingga anak saya enggak harus ikut saya kerja lagi," ujar Mukminin sambil menggendong bayinya.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (kanan) berbincang dengan Nurul Mukminin, sopir angkot yang membawa bayi berusia 4 bulan saat kerja. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
Mukminin pun menceritakan kembali apa yang dialaminya, sehingga terpaksa membawa bayi mungilnya bekerja.
ADVERTISEMENT
Mukminin mengaku paham apa yang ia lakukan berbahaya bagi putrinya. Namun, Mukminin merasa tak punya pilihan lain karena kondisi ekonomi yang menghimpit.
"Istri saya bilang, anak ini harus dirawat sendiri. Ya saya menjalankan amanah istri," kata Mukminin.
Pada kesempatan itu, Mukminin yang merupakan perantau dari Bengkulu, meminta bantuan Hendi terkait pengurusan dokumen anaknya dan identitas kepindahannya dari Bengkulu ke Semarang.
Mendengar permintaan itu, Hendi langsung meminta Lurah Wonosari, Ngaliyan Utomo, agar mengawal dan membantu mengurus data-data keluarga Mukminin.
"Pak Utomo ada di sini, saya sudah sampaikan tadi. Tolong dibantu, dikawal pengurusan perpindahan Pak Mukminin ini juga aktanya dik Bilqis," ujar Hendi.
Hendi pun mengingatkan Mukminin agar tidak lagi membawa bayi saat narik angkot. Sebab apa yang dilakukan Mukminin berbahaya bukan hanya bagi bayinya, tetapi juga diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
ADVERTISEMENT
"Ini ada Pak Polisi, beliau tahu juga bapak ini aksinya begini. Itu enggak boleh, sekarang kita bantu," kata Hendi
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (kanan) berbincang dengan Nurul Mukminin, sopir angkot yang membawa bayi berusia 4 bulan saat kerja. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
Hendi kemudian bertanya kondisi Bilqis yang kini dirawat kader sosial di kelurahannya.
"Bapak ikhlas ya putrinya dirawat di sini, supaya enggak dibawa kerja lagi, bahaya. Nanti lain-lainnya gampang lah pasti banyak yang bantu," katanya.
Usai berbincang santai, Hendi berpamitan dan memberikan sedikit santunan yang langsung diterima Mukminin. Hendi mengatakan, setelah informasi soal Mukminin menyebar, pihaknya bergerak cepat.
"Pemerintah harus gerak cepat, karena anak kecilnya ini dibawa kemana-mana. Maka minta Pak Camat, Pak Lurah menangani mulai pengasuh bayi sampai administrasi kependudukan," kata Hendi.
"Jika ingin dibantu total maka cabut dulu yang di sana (Bengkulu), pindah ke sini, kerjanya juga di sini kan," lanjut Hendi.
ADVERTISEMENT