Wali Kota Solok Sambangi KPK, Bahas Pencegahan Korupsi

Wali Kota Solok, Sumatera Barat, Zul Elfian, menyambangi Gedung KPK Jakarta, Rabu (12/9). Zul mengaku, kedatangannya kali ini, untuk berkonsultasi terkait penerapan zona integritas pencegahan korupsi di daerahnya.
"Kami konsultasi supaya tidak ada satu peser pun uang rakyat yang tidak sampai kepada rakyat," ujar Zul kepada wartawan sebelum memasuki Gedung KPK.
Zul tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Zul mengaku, daerahnya selalu berkomitmen menjaga predikat antikorupsi. Bahkan, kata dia, untuk menjaga komitmen itu, Solok membangun patung antikorupsi di kantor pemerintahannya.
"Alhamdulillah selama ini, bahkan di Solok, kami pasang dua patung pakai baju oranye (rompi tahanan KPK) dengan catatan jangan pernah bermimpi pakai baju ini," tutur Zul.
Saat ditanya mengenai kondisi di DPRD Solok, Zul menilai parlemennya masih terkontrol dengan baik. Berkaca dari kasus korupsi massal di DPRD Sumatera Utara dan Malang, Zul mengklaim, selama ia menjabat wali kota, tidak ada praktik suap maupun korupsi yang menimpa Solok.
"Ya alhamdulilah kita dengan DPRD selama ini baik ya. Selama saya hampir 2,5 tahun menjabat, enggak ada satu peser pun yang digunakan katakanlah untuk menyuap dan sebagainya. Enggak ada itu. Terima kasih kepada DPRD," imbuh dia.
"Bahkan dua tahun ini APBD kita tepat waktu. Tanpa kita bayar ada apa-apa. Kita juga (mendapat) predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dua tahun (dari BPK). Dapat reward dari Menteri Keuangan," tutupnya.
