Walkot Bogor Minta Polisi Cek CCTV Ungkap Kasus Terkaparnya Wanita di Sempur
·waktu baca 2 menit

Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim menyampaikan keprihatinannya atas kasus terkaparnya seorang wanita berinisial S (46) di Taman Kaulinan, Lapangan Sempur, Kota Bogor pada Kamis (11/6) malam.
Keprihatinan itu dituturkan oleh Dedie terlebih karena peristiwa tersebut terjadi pada malam hari. Hal itu membuat korban tak terawasi masyarakat.
“Kita juga prihatin karena kejadiannya larut malam, sehingga tidak terlalu banyak orang yang lalu lalang memperhatikan,” kata Dedie saat dihubungi, Sabtu (13/6).
Atas kasus ini, Dedie mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi. Rekaman itu, kata Dedie, didorong untuk diserahkan kepada Polresta Bogor.
“Kami sudah minta untuk cek CCTV di seputaran area untuk diinfo ke Polresta Bogor,” ujar Dedie.
Meski demikian, diketahui bahwa terdapat satu CCTV yang berada di Taman Kaulinan. Namun CCTV tersebut dalam keadaan mati.
“Iya, ini kondisi mati,” ujar Denis (28), salah satu park ranger saat ditemui di lokasi.
Sebelumnya, S ditemukan terkapar tak sadarkan diri oleh ranger park di lokasi pada Kamis pukul 20.00 WIB. Kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo, korban diketahui dibius oleh pria yang dikenalnya dari media sosial.
"Diduga wanita tersebut berkenalan dengan seseorang di media sosial dan dibius oleh orang yang dikenalnya tersebut, selanjutnya diamankan ke pos park ranger," kata Waluyo dalam keterangannya, Jumat (12/6).
Dari pemeriksaan sejauh ini, polisi menyebutkan korban tak sadarkan diri karena meneguk minuman kemasan berperisa jeruk. Diduga minuman tersebut telah dicampur obat tertentu sehingga korban hilang kesadaran.
“Melalui minuman lah, minuman kemasan. Di botolan kayak gitu. Minuman kayak rasa buah gitu, kayak orange juice gitu,” ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempur, Aiptu Rachmat Ismanto.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, korban dijemput pihak keluarga dan kembali dirujuk ke RSUD Ciawi.
Dalam peristiwa ini, korban kehilangan telepon genggam, dompet, dan uang tunai sekitar Rp 200 ribu.
