Walkot Pekanbaru Bikin Tim Pencari Fakta Kasus Siswa SD Tewas Akibat Di-bully
·waktu baca 2 menit

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya MAR (13), siswa kelas 6 SDN di Pekanbaru yang sebelumnya dikabarkan menjadi korban perundungan atau bullying.
Wali Kota Agung langsung mendatangi rumah keluarga korban pada Minggu (23/11/2025) untuk bertemu dan menyampaikan belasungkawa secara langsung.
"Saya atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru turut menyampaikan duka cita yang mendalam. Saat mendengar kabar, saya langsung ke rumah korban dan membawa Kepala Dinas Pendidikan," ujar Agung, Rabu (26/11/2025).
Agung menyebut, pihak keluarga telah resmi melaporkan dugaan kasus bullying tersebut kepada Kepolisian. Pemko Pekanbaru, kata dia, mendukung penuh langkah hukum tersebut demi memastikan kejadian ini dapat diungkap secara terang-benderang.
Agung memerintahkan Dinas Pendidikan Pekanbaru untuk segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan.
"Ini penting untuk mencari fakta yang sebenarnya, karena saya tidak ingin ada kasus perundungan atau bullying terjadi di sekolah. Kalau memang ini karena pembullyan, maka harus menjadi evaluasi ke depan," katanya.
TPF tersebut nantinya akan bertugas menggali kronologi kejadian, menghimpun keterangan saksi, menilai respons pihak sekolah, serta mengidentifikasi faktor penyebab yang berpotensi memicu perundungan.
Selain pembentukan TPF, Agung juga meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pendampingan penuh kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa dinas harus berperan aktif dalam membantu proses penyelidikan yang dilakukan Kepolisian.
"Dinas Pendidikan harus melakukan pendampingan terhadap keluarga korban. Bila perlu, dinas berperan aktif dalam membantu Kepolisian agar kasus ini bisa terungkap," ujarnya.
