Walkot Surabaya Eri Tak Izinkan Admin Medsosnya Mundur Usai Suara Live Bocor

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Senin (3/11/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Senin (3/11/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Media Sosial Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, ramai jadi perbincangan warganet. Sebab diduga ada percakapan yang bocor saat akun media sosial tersebut melakukan siaran langsung/live.

Ceritanya, saat live, akun @ericahyadi_ itu tak menampilkan tayangan video. Tapi, ada suara perempuan yang sedang berbincang mengarahkan konten Eri Cahyadi.

"Nek (kalau) kayak gini Mat, kan bagus kalau bapak turun, videonya disimpen dulu aja bek-beke isok (mungkin bisa) dipakai yo, epok-epok (pura-pura) keliling," ucap perempuan dalam video itu.

"Eh iki nek wes ngene lak ga metu (ini kalau sudah begini kan enggak keluar) suarane yo? Soale jeda? Ga lucu," lanjut suara perempuan dalam video itu.

Eri mengaku baru mengetahui video tersebut pada hari ini, Senin (3/11). Sebab, kata Eri, dirinya mengikuti acara 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Blitar, kemarin.

Eri menyampaikan, suara perempuan dalam video itu milik Hening Dzikrillah. Eri memang mengajak Hening setiap ada kegiatan dan mengunggah video kegiatan itu di akun Instagramnya @ericahyadi_.

"Sempat viral admin saya Mbak Hening itu membuat khilaf, salah gitu kalimatnya yang keluar," kata Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (3/11).

"Media sosial yang pakai nama Eri Cahyadi itu banyak. Jadi banyak anak muda yang ingin menggugah-mengunggah yang dilakukan oleh Eri Cahyadi," tambahnya.

Eri menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat admin tersebut mengikuti kegiatan Eri sewaktu hujan. Namun, tak sadar belum mematikan siaran langsung Instagramnya.

"Ternyata Mbak Hening ini setelah kemarin posisi hujan, ketika nge-live saya ternyata enggak dimatikan, dijeda, enggak di-mute sama teman-temannya yang sama-sama sama tim medsosnya," ucapnya.

Ia mengatakan, hal itu merupakan kesalahan yang bisa terjadi pada siapa pun. Eri tetap memberikan kesempatan kepada anak muda yang berani mengambil risiko.

"Ini adalah anak-anak muda yang selalu saya berikan kesempatan untuk dia itu menjadi yang terbaik dan berani mengambil sebuah risiko," katanya.

"Dan ternyata memang anak muda itu pasti onok (ada) teledornya, ada kurang matengnya. Tapi bukan selalu anak-anak muda teledor dan tidak matang," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia masih memberikan kesempatan kepada Hening dengan tidak disetujui surat pengunduran dirinya sebagai admin sosial media Eri.

"Maka Mbak Hening hari ini, ketika dia sudah terhantam begitu, maka biarkan dulu untuk mundur tidak menjadi yang terdepan. Tapi apa? Dia bisa melakukan tetap dengan kegiatannya, tetap dengan menenangkannya, terus setelah itu lebih hati-hati. Tapi tidak saya perkenankan untuk mengundurkan diri," ujarnya.